.................................................................................

Tampilkan postingan dengan label Dunia Ayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Ayah. Tampilkan semua postingan
Selasa, 06 Juli 2010

7 Rahasia Otak Pria


Benarkah yang ada dalam otak pria hanya urusan seks? Benarkah pria juga bisa tersentuh hatinya hingga menitikkan air mata? Baca yang berikut ini untuk menguak rahasia otak pria.

1. Lebih emosional
Perempuan memang dikenal lebih emosional. Padahal sesungguhnya pria juga punya reaksi emosi yang kuat, tetapi itu sebelum mereka menyadari perasaannya.

Dalam sebuah penelitian yang dimuat di jurnal Scandinavian Journal of Psychology, diketahui begitu seorang pria sadar atau mengenali perasaan hatinya, mereka akan langsung memasang tampang datar. Tak heran kalau mereka dianggap lebih "kuat" menahan emosi. 


Jumat, 22 Januari 2010

Perilaku Ayah Ditiru Anak

Ayah merupakan model bagi anak-anaknya. Meniru perilaku baik ayah, itu yang dimaui. Namun, hati-hati anak bisa pula meiru perilaku sebaliknya.

Tak sedikit ayah menyadari apa yang mereka lakukan tidak ingin ditiru anak. Para ayah juga tidak yakin apa yang seharusnya mereka lakukan. Misalnya saja, sepanjang hari Minggu ayah hanya bermain games di komputer, bermalas-malasan dan tak peduli kran kamar mandi bocor.


Sikap ayah, direkam anak. Ayah tahu ini tidak baik dan, tentu saja, ayah tak ingin anak-anaknya kelak juga berperilaku demikian. Tetapi, apa tidak boleh bermalas-malasan di hari Minggu

Apa pun jenis kelamin anak, ayah merupakan model. Sikap ayah terhadap rumah, keluarga dan orang lain, terekam dengan baik dalam memori anak.

Dibanding anak perempuan, anak laki-laki lebih senang meniru perilaku ayah. Ayah yang bermalas-malasan, memberi jejak pada anak laki-laki untuk juga bersikap demikian. Pada anak perempuan, akan muncul pemahaman negatif tentang laki-laki. Dia akan berkesimpulan, memang begitulah sifat laki-laki!

Mulailah jadi ayah oke. Menjadi ayah merupakan proses panjang, yang diawali sejak masa kanak-kanak. Ayah yang santun, yang menghargai istri dan anak-anak, yang peduli urusan rumah, yang sadar perilakunya menjadi teladan bagi anak, tidak terbentuk begitu saja ketika ia sudah jadi ayah. Benih perilaku ini sudah ada dalam dirinya sejak kecil.

Tapi, bukan berarti, tak ada harapan bagi para ayah yang ingin menjadi ayah yang lebih baik. Ada cara yang bisa Anda jalankan. Syaratnya, Anda tulus melakukannya.

* Perlakukan ibunya anak-anak dengan baik. Menjaga keutuhan perkawinan, mendengarkan pendapat istri dan menanggapi kebutuhannya merupakan manifestasi dari perlakuan baik terhadap ibunya anak-anak. Anak mengamati, dan kemudian membentuk perilaku dan pola pikir tentang menghargai pasangan.
* Peka kondisi rumah. Perhatikan hal-hal kecil di rumah. Misalnya, jangan cuek bila lampu taman dalam beberapa hari ini kedip-kedip. Tak perlu menunggu sampai istri dan anak-anak mengingatkan, "Yah, lampu taman perlu diganti, tuh. Udah dua hari kedip-kedip." Eh, sudah diingatkan masih juga Anda cuek. Jelek sekali ayah yang demikian!
* Luangkan waktu bersama anak. Cara ayah menggunakan waktu luangnya memberi pemahaman pada anak tentang hal penting dalam hidup ayah. Bila ayah menggunakan waktu luangnya bersama anak, anak paham ia penting dalam kehidupan ayah. Bila ayah asyik bermain sendiri, anak menafsirkan, ayah mementingkan dirinya sendiri.
* Bicara pada anak. Biasanya ayah hanya mau bicara pada anak bila anak melakukan kesalahan. Mulailah ngobrol dengan anak sejak masih kecil. Dengarkan ide serta masalahnya.
* Jadilah guru bagi anak. Ajarkan anak-anak hal baik dan buruk. Dengan demikian, mereka akan membuat keputusan yang baik untuk dirinya.
* Disiplinkan anak dengan cinta. Anak butuh bimbingan dan teladan, bukan cuma hukuman. Tunjukkan tentang dampaknya bila anak tidak disiplin, tetapi tidak dengan menghukumnya.
* Sediakan waktu untuk makan bersama. Makan malam bersama, misalnya, dapat Anda jadikan kesempatan untuk mendengarkan hal-hal yang dilakukan anak sepanjang hari.
* Tunjukkan perasaan pada anak. Anak-anak butuh rasa aman dengan cara mengetahui bahwa mereka dibutuhkan dan dicintai ayahnya. Mereka juga butuh dipeluk ayah. Tunjukkan perasaan Anda agar anak-anak yakin Anda mencintainya.


sumber : www.ayahbunda.co.id
Kamis, 14 Januari 2010

10 Kalimat yang Dibenci Pria

Perempuan memang saat ingin berbagi banyak hal dengan pasangannya. Tetapi sayangnya mereka sering lupa, kalau terlalu jujur dan terbuka dengan pasangan juga bisa mengacaukan hubungan. Ladies, tak semua hal yang ada di pikiran kita, boleh diketahui pria. Sebab banyak hal yang bisa mengakibatkan salah paham, percekcokan, bahkan perselisihan dengan pasangan. Inilah 10 hal yang tidak boleh Anda ucapkan pada pria:



1. "Mantanku dulu juga sering begitu!" Maksud Anda mungkin ingin memberikan pujian dengan membandingkan pasangan dengan mantan. Sialnya, pria sangat tidak suka dibanding-bandingkan dengan sesamanya, terlebih dengan mantan pacar Anda. Coba bayangkan, Anda tidak ingin si dia selalu terbayang-bayang akan hal-hal yang pernah Anda lakukan bersama mantan Anda kan? Hal itu bisa melunturkan rasa percaya dirinya.

2. Jangan bergosip di depannya. Tak satu pun laki-laki yang nyaman dengan gosip yang berurusan dengan masalah pribadi perempuan. Atau mendengarkan Anda bergosip tentang sahabat Anda. Walaupun terkadang si dia berkata mau mendengarkan, jangan anggap hal itu serius. Anda tidak ingin dapat masalah kan, kalau tanpa sengaja ia membocorkan rahasia itu? Lagipula pria tidak ingin tahu tentang teman Anda yang telat datang bulan, pakaian dalamnya berselera rendah, ataupun menikah karena terlanjur hamil.

3. Jangan membicarakan bahwa Anda ingin punya anak dengannya kelak. Ups... it's a big no-no, ladies. Memang wajar kalau perempuan sering membayangkan kelak akan menikah dan punya anak dengan pasangannya. Berfantasi boleh saja, asal jangan sampai didengarnya. Menikah dan punya anak adalah bentuk tanggung jawab. Bagi kaum adam, hal itu juga merupakan bentuk belenggu dan perpisahan dengan masa bersenang-senang. Jadi jangan buat pasangan Anda kabur karena takut mendengar Anda mempersiapkan nama untuk anak-anak kalian kelak.

4. Jangan membicarakan hal yang memalukan. Meskipun Anda sudah amat dekat dengan pasangan, sebaiknya Anda tahan dulu hingga janur kuning sudah berkibar bila ingin membicarakan hal-hal yang memalukan. Mungkin bagi Anda lucu saat mengatakan bahwa Anda tak sengaja buang angin saat makan tadi. Tetapi si dia bisa saja berbeda menanggapinya. Entah dia jadi ilfil, atau malah mengolok-olok Anda seumur hidup.

5. "Aku enggak apa-apa, kok". Anda berkata ''tidak apa-apa'', tapi wajah Anda menunjukkan kalau Anda sedang murung atau terlihat bete banget. Hal itu akan membuatnya bingung dan mencari-cari apa sebabnya. Karena tak mendapat jawaban dari Anda, akhirnya ia ikut-ikutan bete dan malas menghadapi Anda. Jujur saja lah, pria lebih suka sikap yang tidak dibuat-buat.

Di luar itu, ada lima pernyataan lagi yang sering Anda ucapkan tanpa Anda sadari, namun ternyata membuat si dia kesal setengah mati:

6. "Cantikan mana aku sama dia?"

7. "Aku mau mencoba apa saja."

8. "Kamu yakin, kamu enggak apa-apa?"

9. "Aku benci pahaku. Gede banget, sih."


10. "Aku enggak suka ibumu."

Nah, tak perlu dijelaskan lagi kan, alasannya?

Rabu, 13 Januari 2010

Alasan perempuan menolak SEX !

Bingung karena pasangan Anda tiba-tiba dingin dan tak mau bermesraan. Ia bahkan tak mau lagi bercinta dengan Anda. baca info berikut, dan Anda akan mengetahui penyebabnya.

Banyak alasan yang membuat perempuan kehilangan hasrat seksnya. Terkadang perubahan mood itu membingungkan pasangan mereka. oleh karena itu, tak ada salahnya para pria mengerti alasan pasangannya menolak seks.


Beberapa alsan dibelikan oleh Sarah Stefanson, seorang ahli seks yang detikhot kutip dari Askmen, Rabu (28/10/2009). Mau tahu beberapa alasannya? ini dia!

1. Dia Kecewa
Di depan Anda perempuan seringkali sulit mengungkapkan perasaannya. Bahkan beberapa di antara mereka seringkali menahan diri untuk menunjukkan emosinya, semata-mata karena memikirkan perasaan pasangannya. Namun dalam urusan ranjang, perempuan tak lagi bisa berpura-pura. kekecewaan yang ia rasakan secara tidak sadari membuatnya menolak pasangannya.

2. Dia ingin menunjukkan wibawanya
salah satu alasan perempuan menolak seks dengan pasangannya adalah karena ia ingin menujukkan kekuatannya. Terkadang perempuan yang biasanya ‘lema’ dan terkesan tidak dominan akan merasa mempunyai sedikit wibawa ketika bisa menolak ajakan seks dari pasangannya.

3. Dia ingin memanipulasi
Menolak seks bisa berarti bargaining position bagi para perempuan. Dengan menolak seks, perempuan bisa meminta hal-hal yang ia inginkan, sehingga pasangannya ‘terpaksa’ menuruti keinginannya.

4. Bosan
Penolakan yang dilakukan perempuan akan kegiatan bercinta bisa jadi karena alasan bosan. Mungkin perempuan itu merasa tak lagi bisa menikmati kegiatan bercinta. Anda sebagai pasangan harus tahu bagaimana cara menghidupkan hasratnya lagi.

5. Dia sangat letih
Keletihan bisa juga menjadi alasan perempuan menolak seks. Anda sebagai pasangan pun harus lebih peka dengan keadaannyanya. Apalagi seks itu membutuhkan stamina dan keadaan fisik yang prima. Jika memeng perempaun Anda tengah letih, ada baiknya untuk tidak memaksanya.

6. Dia berselingkuh
Kemuungkinan yang terakhir adalah yang paling tidak diinginkan. saat hatinya tak lagi milik Anda, maka sulit baginya menyerahkan tubuhnya untuk Anda nikmati. Apalagi mungkin kini ia lebih menikmati hubungan seks dengan orang lain.


sumber : http://syafyess.blogspot.com

Rabu, 23 Desember 2009

Peran Pria dalam Kehamilan

Dukungan dan peran serta pria dalam masa kehamilan terbukti meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan, bahkan juga memicu produksi ASI. Jadi, tunggu apa lagi?

Keterlibatan Anda, para pria, sejak awal masa kehamilan, sudah pasti akan mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya akibat hadirnya sesosok “manusia mungil” di dalam perutnya.

Bahkan, keikutsertaan pria secara aktif dalam masa kehamilan, menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam artikel berjudul “What Your Partner Might Need From You During Pregnancy” terbitan Allina Hospitals & Clinics (tahun 2001), Amerika Serikat, keberhasilan istri Anda dalam mencukupi kebutuhan ASI untuk si bayi kelak sangat ditentukan oleh seberapa besar peran dan keterlibatan Anda dalam masa-masa kehamilannya.

Trimester pertama: masa penuh gejolak emosi

Selama hamil, ada begitu banyak perubahan pada tubuh pasangan Anda, dan yang paling menonjol adalah perubahan keadaan emosinya. Apa sebabnya? Kadar hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuhnya berubah. Tak mengherankan bila mood -nya berubah-ubah terus. Kalau sudah begini, siapa lagi, selain Anda, yang paling tepat untuk membantunya melalui masa-masa ini? Yang pasti, jangan merasa sebal kalau Anda harus terus-terusan standby untuk sewaktu-waktu “dipanggil” sebagai teman curhat, namun di lain waktu “dipanggil” sebagai “tukang pompa” semangatnya. Pintar-pintar atur peran saja!

Berikut beberapa hal yang bisa jadi “bekal” bagi Anda saat “berurusan” dengan pasangan.

Yang dialami pasangan:

- Sering mual-mual dan muntah, terutama pada pagi hari, karena dia mengalami morning sickness.
- Menjadi cepat lelah dan mudah mengantuk.
- Mungkin tiba-tiba meminta atau menginginkan sesuatu yang “aneh”. Misalnya, mengelus-elus perut buncit penjual daging di pasar atau makan rujak jam 2 pagi.
- Emosinya cepat sekali berubah. Semula tampak gembira, namun dalam beberapa detik bisa mendadak menangis tersedu-sedu, merasa tertekan dan sedih, tanpa sebab yang jelas atau karena masalah sepele.

Yang dapat Anda lakukan:

- Bawakan krekers dan air putih atau jus buah ke tempat tidur. Sehingga, begitu dia bangun dan morning sickness mendera, keluhan yang dirasakannya langsung “hilang” berkat perhatian dan kasih sayang Anda.

- Buatlah pasangan merasa nyaman, sehingga dia dapat beristirahat dan cukup tidur. Misalnya, memutar lagu-lagu yang lembut.

- Bersiaplah menghadapi “ujian” untuk mengukur seberapa besar cinta Anda padanya. Jangan kaget bila dia menginginkan sesuatu yang “aneh” di tengah malam! Dia ‘ kan sedang ngidam ! Bila mampu, tak ada salahnya memenuhi permintaannya. Siapa tahu Anda “lulus ujian” dengan nilai cemerlang nantinya.

- Tunjukkan rasa bahagia dan antusias terhadap janin dalam kandungan. Sapaan yang ekspresif terhadap si kecil, misalnya “Hallo, lagi ngapain di situ?” atau seruan “Woa…” sudah merupakan dukungan mental yang menyenangkan hati. Juga, ungkapkan perasaan cinta Anda padanya karena pada saat-saat seperti ini dia membutuhkan perhatian dan kasih sayang Anda lebih dari biasanya.

Trimester kedua: masa-masa bahagia

Inilah saatnya pasangan merasakan nikmatinya masa-masa kehamilan. Makanya, Anda tidak sebegitu “tersiksanya” ketimbang trimester lalu. Dan, mulai ikut merasakan gerakan janin mau tidak mau akan “menyentil” Anda kalau sekarang ini Anda baru bisa “benar-benar” merasakan peran baru Anda, sebagai calon ayah!

Yang dialami pasangan:

- Emosi cenderung lebih stabil dan keluhan morning sickness juga jauh berkurang.
- Si kecil sudah mulai “beraksi”.
- Merasa bahagia dengan kehamilannya sehingga lebih bersemangat melakukan latihan (olahraga ringan sesuai anjuran dokter) serta beraktivitas.-
- Cukup nyaman dengan keadaannya, sehingga mulai timbul keinginan untuk menikmati hubungan seks.

Yang dapat Anda lakukan:

- Tetap menunjukkan kalau Anda mengerti dan memahami benar perubahan emosi yang cepat serta perasaan lebih peka yang dialaminya, sebab ini wajar dan alami terjadi pada ibu hamil.
- Dampingi dan antarlah selalu pasangan setiap kali berkunjung ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungannya.
- Dampingi dan berpartisipasilah secara aktif di kelas senam hamil (senam Lamaze) bersamanya.
- Ajaklah dia untuk kembali menikmati hubungan seks.

Trimester ketiga: takut dan cemas menghadapi hari-H

Masa ini merupakan masa-masa penantian yang “melelahkan”. “Perjalanan” menuju persalinan tinggal hitungan hari saja. Itu sebabnya, Anda akan lebih banyak berperan sebagai a shoulder to cry on.

Yang dialami pasangan:

- Semakin dekat dengan hari-H, biasanya dia merasa semakin takut dan cemas.
- Merasa penampilannya tidak menarik karena perubahan bentuk fisiknya.
- Sering mengeluh sakit, pegal, ngilu, dan berbagai rasa tidak nyaman pada tubuhnya, terutama pada punggung dan panggul, karena bayi sudah semakin besar dan sudah mulai menyiapkan diri untuk lahir.
- Mengeluh sulit tidur karena perutnya yang semakin membesar itu akan membuatnya tidak nyaman ketika berbaring.

Yang dapat Anda lakukan:

- Bantu pasangan untuk mengatasi rasa cemas dan takut dalam menghadapi proses persalinan. Misalnya, dengan mengalihkan perhatiannya dengan cara mengajaknya berbelanja keperluan si kecil.
- Pujilah kalau dia tetap cantik dan menarik. Berbagai perubahan fisik tidak sedikitpun mengurangi kadar cinta Anda padanya.
- Bantulah meringankan berbagai keluhan. Misalnya, dengan memijat pegal-pegal di belakang tubuhnya.
- Bersiaplah untuk membantu dan menemaninya saat dia sulit tidur.
Jumat, 11 Desember 2009

Istri Hamil, Suami Jangan Bengong

Ketika seorang ibu mengandung janin dalam rahimnya, benarkah hanya sang ibu yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup sang janin? Tentu tidak. Allah telah menentukan keberadaan nyawa si janin atas usaha dari dua manusia, ibu dan ayahnya. Kepada mereka berdualah Allah menitipkan amanat yang sangat berat itu. Sayangnya, lebih banyak ayah yang kurang menyadari tanggung jawabnya selama kurun waktu kehamilan tersebut. Penyebab utamanya, karena mereka tak mengalami beban itu secara langsung.

Jadilah selama sembilan bulan dalam kandungan ibu, janin sebenarnya lebih banyak yatim secara psikologis, karena tak mendapat perhatian dari ayahnya. Setelah si orok terlahir, dapat dilihat mata, dapat dipeluk dan dicium, barulah tumbuh kesadaran suami bahwa ia adalah seorang ayah! Sungguh, sebuah kesadaran yang terlambat. Dan yang rugi bukan saja si janin, tapi juga ayahnya. Berikut di antara kewajiban ayah terhadap calon bayinya.


Kebutuhan Fisik
Orang tua tak boleh meremehkan faktor pemenuhan kebutuhan fisik janin. Pertumbuhan sel-sel otak, kualitas pertumbuhan badan serta tulang, sudah mulai ditentukan semenjak masa janin. Jangan sampai orang tua menyesal kemudian, saat menemui rendahnya kualitas pertumbuhan bayinya gara-gara lalai mempertahankan kebutuhan gizi di masa ini.

Secara kuantitas saja, ibu perlu makan lebih banyak dari biasanya untuk disubsidikan kepada janin dalam rahim. Belum lagi masalah kualitas, di mana makanan yang masuk harus cukup kandungan protein, vitamin, serta zat-zat gizi lainnya. Dan kewajiban ayahlah untuk menyediakan semua kebutuhan pangan ibu demi pertumbuhan janin tersebut.
Ayah harus rela memberikan kebutuhan ini, walau itu berarti ia harus menyediakan makanan berkualitas bagi istrinya dua kali lebih banyak dari biasanya. Jika hanya ada sepotong, tak ada salahnya ayah mengalah untuk memberikannya kepada ibu, karena akan bermanfaat untuk dua orang. Jangan pula lupa memberikan kebutuhan tambahan vitamin, penambah darah, serta kalsium bagi ibu. Ayah yang bijaksana akan rajin mengontrol pola makan ibu hamil, menyediakan makanan ekstra berkualitas dan memberikan motivasi kepada istrinya untuk rajin mengkonsumsi makanan-makanan bergizi tersebut.

Kasih Sayang dan Perhatian
Penelitian membuktikan, janin dalam kandungan sudah bisa merasakan sentuhan kasih sayang orang tua yang mengelus perut bundanya. Ia pun dapat menikmati suara lembut penuh kasih yang diperdengarkan orang tuanya di dekat perut ibu. Para ahli mengatakan, kelak setelah lahir, bayi akan lebih aktif merespons jenis suara yang kerap ia dengar semasa dalam rahim tersebut.

Memang, sentuhan kasih sayang dari ibu sudah cukup memenuhi kebutuhan kasih sayang bagi si janin. Namun penting diingat, bahwa untuk bisa memberikan perhatian dan kasih sayang penuh kepada janinnya, si ibu membutuhkan suasana kejiwaan yang tenang dan bahagia. Ibu yang tertekan dan stres tak akan bisa memberikan perhatian dan kasih sayangnya secara optimal kepada janin. Di sinilah suami akan mengambil peran besar dalam turut menjaga kesehatan kejiwaan istrinya agar tetap stabil, tenang, dan bahagia. Sebagai orang terdekat yang menjadi belahan jiwa bagi istri, ia bisa menjadi penentu kesehatan jiwa si istri.

Suami harus bisa memberikan perhatian penuh kepada masalah kehamilan istrinya. Misalnya saling berdiskusi mengenai perkembangan yang terjadi pekan demi pekan, bersama-sama mencari informasi mengenai kehamilan dan pendidikan anak dari media cetak maupun dengan bertukar pengalaman, menemani istri memeriksakan kehamilan setiap bulan, mendiskusikan rencana-rencana ke depan bagi calon bayi, hingga menyempatkan diri secara rutin mengelus perut istrinya sambil mengucapkan kalimat kasih sayang.

Akan lebih baik jika suami memberikan hak-hak istimewa kepada istrinya semasa hamil. Bukankah istrinya sedang mengalami perjuangan berat demi keluarga mereka? Suami bisa memilihkan hak-hak istimewa yang mendukung perkembangan kesehatan janin. Misalnya, dengan memberikan makanan ekstra bergizi, memberikan uang belanja tambahan, atau membelikan sebanyak mungkin buku dan majalah yang memuat informasi mengenai kehamilan dan pendidikan anak.

Hal lain yang penting diingat, bahwa dalam proses kehamilan terjadi perubahan kadar hormon yang bisa memberikan pengaruh besar pada kebanyakan wanita hamil, di mana emosi mereka menjadi lebih labil.

Ditambah lagi dengan beban fisik yang tak ringan, wajar jika mereka lebih banyak membutuhkan perhatian dibanding sebelum hamil. Begitu beratnya beban yang harus ditanggung ibu hamil, sampai Allah berkenan memfirmankannya dalam kitab suci al-Qur'an, surat Luqman:14,...Ibunya mengandung dalam keadaan lemah dan semakin lemah...

Pendidikan
Pendidikan sudah bisa diterima manusia semenjak masih dalam kandungan. Ayah dan ibu punya kewajiban sama untuk memberikan pendidikan ini. Karena janin berusia tujuh bulan sudah mulai terangsang mendengar suara-suara di sekitar perut ibu, maka orang tua bisa memperdengarkan sesuatu untuknya. Memperdengarkan alunan ayat-ayat suci al-Qur'an adalah pilihan yang baik. Dan jika tak ada tape recorder yang bisa dilekatkan ke perut ibu, maka ayah dan ibu bisa bergantian untuk mengaji dengan suara keras di dekat perut ibu!
Suara-suara lembut yang mengasah rasa keindahan, merangsang pertumbuhan otak dan kecerdasan, juga diupayakan sering diperdengarkan kepada si janin.

Proses Kelahiran
Suami yang bertanggung jawab pun tak akan kalah repot dan tegangnya dalam mempersiapkan saat-saat kelahiran janin, dibanding sang istri. Banyak sekali yang harus dilakukan suami untuk mempersiapkan masa genting ini, seperti menyediakan biaya persalinan, kebutuhan hidup calon bayi, pemulihan kesehatan ibu, hingga persiapan aqiqah calon bayi.

Selanjutnya, suami pun bertanggung jawab mempersiapkan kekuatan mental istri untuk melahirkan. Harus diingat bahwa ini adalah saat perjuangan hidup dan mati istri bagi keluarganya. Suami harus banyak memberikan perhatian, dorongan, serta motivasi kepada istrinya menghadapi masa sulit ini. Beberapa cara bisa ditempuh, seperti mengikutkan istri ke dalam kelas pelatihan pranatal (pendidikan pra kelahiran) yang banyak diselenggarakan di rumah sakit, hingga turut menemani proses kelahiran itu sendiri.

Adalah satu hal yang sangat positif, jika suami bisa ikut hadir saat proses kelahiran. Kehadiran suami ini, walau sekadar menemani, memegang tangan istri dan membisikkan kata-kata penghibur kepada istri, akan memberikan dorongan kekuatan mental ekstra bagi istri. Walaupun tak dapat mengurangi rasa sakit, namun kekuatan mental yang diperoleh istri akan membuatnya lebih kuat menahan sakit, yang pada akhirnya akan mempermudah proses kelahiran.

Mengenai keterlibatan suami pada proses kelahiran yang sekarang mulai banyak disadari orang ini, para ahli mengatakan bahwa selain bermanfaat untuk istri, inipun bermanfaat bagi suami sendiri. Ketika suami menyaksikan kesakitan yang diderita istri, perjuangan beratnya melawan maut, maka kelak suami akan lebih mampu menghargai dan memahami perasaan istrinya. Selain itu akan tumbuh perasaan khusus dalam hati suami terhadap sang bayi, sehingga akan lebih mengakrabkan ikatan batin antara ayah dan anak. Dan tentang rumor dampak negatif yang menyebutkan bahwa kehadiran suami saat kelahiran dapat membuatnya impoten, itu hanya kasus langka yang mungkin terjadi pada satu dari sejuta suami.

sumber : www.balita-anda.com