.................................................................................
Wejangan untuk Ibu Pemula
1. Jangan terburu-buru pulang ke rumah. Di rumah sakit, nikmati saja saat-saat pertama menjadi ibu. Jangan terburu-buru pulang untuk menyelesaikan segala pekerjaan di rumah. Atau membayangkan bagaimana menidurkan bayi di kamar tidurnya sendiri. Nikmati saat-saat menyusui di rumah sakit. Perasaan ini akan sangat berbeda saat menyusui di rumah.
2. ASI (air susu ibu) memang baik bagi bayi, namun jangan dipaksakan. Ada ibu yang merasa frustrasi saat air susu tidak banyak keluar. Bila hal ini terjadi, jangan ragu untuk memberikan susu formula sambil terus mengusahakan menyusui secara eksklusif. Perhatikan juga cara menggendong, memangku, ataupun menidurkan bayi. Sebab semakin bayi tidak nyaman dalam pelukan Anda, maka ia tak akan bisa tidur atau menyusu dengan tenang.
3. Jangan terlalu sering mengganti peralatan untuk bayi. Jangan membuat diri Anda tertekan dengan menyediakan berbagai peralatan khusus untuk si kecil. Misalnya, lemari baju, lemari peralatan mandi dan kosmetik, kereta dorong, meja untuk mengganti pakaian, loker khusus diapers, hingga boks ayun untuk tidur. Semua itu memang bagus, namun yang terpenting adalah menciptakan rasa nyaman di kamarnya. Justru kamar bayi tidak perlu terlalu banyak peralatan yang membuat udara makin pengap.
4. Percayakan orang lain untuk menjaga. Terkadang ibu muda menjadi posesif terhadap bayinya. Padahal setiap orang, termasuk mertua, tetangga, saudara, ataupun adik Anda, akan sangat terbuka untuk menjaga si kecil, sementara Anda melakukan ritual untuk diri Anda. Misalnya mandi, ke salon, memasak makanan, ke supermarket, ataupun untuk sekadar tidur siang. Jadi ajak mereka untuk ikut serta menjaga si bayi. Percayalah, tidak akan ada yang menolak menjaga atau menggendong bayi untuk sementara waktu.
5. Menggunakan diapers dengan benar. Diapers harus disesuaikan dengan usia dan berat badan si bayi. Terutama untuk bayi laki-laki, agar alat kelaminnya tidak lecet akibat gesekan atau tertekan diapers yang terlalu sempit.
6. Jangan memborong terlalu banyak baju bayi. Mungkin Anda tergoda melihat baju-baju mungil dengan desain dan model yang lucu. Namun percayalah, bahwa baju-baju yang Anda borong karena kalap itu tidak akan bisa terpakai dalam waktu 2 bulan ke depan. Pertumbuhan dan berat badan bayi amat pesat saat 1 tahun pertama usianya. Sehingga membeli banyak baju hanya akan menghamburkan uang untuk baju yang hanya beberapa bulan dipakai.
7. Jangan membeli pakaian yang banyak menggunakan kancing. Memang pakaian dengan kancing akan memudahkan Anda dalam mengenakan pakaian. Terutama untuk perempuan yang melahirkan melalui operasi caesar. Tetapi seluruh baju menggunakan kancing? Anda pasti akan stres karena menghabiskan banyak waktu untuk membuka kancing dan mengaitkannya.
8. Simpan popok cadangan di kendaraan. Bayi tidak akan mengatakan kapan ia akan buang air besar atau buang air kecil. Bahkan terkadang mereka tidak menangis untuk memberikan tanda. Jadi siapkan popok cadangan, terlebih jika Anda akan check up ke dokter dan menunggu antrian.
9. Bergabung klub ibu. Semua yang Anda jalani serbabaru. Mungkin tidak selamanya ada saran dari orangtua dan teman terdekat. Ikut klub ibu muda atau ibu baru dan sharing sebanyak mungkin pengalaman akan memberikan banyak informasi baru untuk Anda. Selain itu, Anda juga bisa menambah teman.
10. Nikmati. Momen yang saat ini terjadi tidak akan terulang. Kalau pun Anda memiliki bayi lagi nantinya, pengalaman itu tidak akan pernah sama. Jangan terlalu tertekan dengan keadaan. Beberapa bulan pertama memang sulit, namun selanjutnya Anda akan makin mahir.
sumber : www.kompas.com
Tipe Ibu Manakah Anda?
Berdasarkan penelitian global yang dilakukan oleh PT Kimberly-Clark terhadap lebih dari 5.000 ibu dengan bayi sampai anak berusia 3 tahun serta ibu hamil dari seluruh dunia (2.000 di antaranya adalah ibu-ibu di Asia Tenggara, termasuk Indonesia), terungkap enam tipe peranan ibu. Model peranan ibu ini secara luas menjelaskan perbedaan cara pengasuhan ibu secara global, termasuk persepsi mereka mengenai anak dan apa yang terbaik untuk mereka.
Walau hanya sedikit wanita yang seutuhnya masuk dalam salah satu tipe peranan, semua ibu akan mendekati satu tipe peranan dan sebagian besar wanita memiliki sifat gabungan antara dua atau lebih peranan.
The Playful Mother
Ia spontan, tidak banyak pikiran, suka bereksperimen, trendi, dan hangat.
Ia menginginkan anaknya menjadi: selalu ingin tahu, ceria, aktif, suka bereksplorasi, mengejutkan.
Sikap menjadi orangtua: sebagai teman bermain sama halnya menjadi ibu, ia mendorong rasa ingin tahu bahkan kenakalan, dan menciptakan lingkungan yang merangsang perkembangan bayi.
Di Asia, tipe ibu ini lebih memiliki rasa sayang dan menyenangkan serta tidak banyak pikiran dibandingkan ibu-ibu di negara lain. Di Asia Tenggara terdapat 18,1 persen ibu dengan tipe ini.
The Natural Mother
Ia ceria, pintar, penuh kasih sayang, dan penyayang.
Ia menginginkan anaknya menjadi bahagia, mandiri, terbuka.
Sikap menjadi orangtua: Menggunakan pendekatan yang santai dalam membesarkan anak, menunjukkan kasih sayang, mudah bergaul sebagai teman dan ibu.
Tipe ibu ini di Asia ada 22,9 persen dan mereka berjuang untuk membentuk lingkungan yang lebih sempurna bagi anaknya. Mereka juga mendorong anak-anak mereka agar bisa lebih mandiri.
The Protective Mother
Ia berhati-hati, rajin, mengabdi, lembut, konservatif, tidak suka risiko.
Ia menginginkan anaknya menjadi innocent, lembut, berharga, terlindungi.
Sikap menjadi orangtua: Ia ingin menjadi sumber perlindungan dan rasa nyaman untuk anaknya. Anak adalah segalanya baginya.
Protective mother di Asia lebih mandiri dan sensitif pada perannya dan lebih terfokus pada anak-anaknya dibandingkan dengan ibu tipe ini di belahan dunia lainnya. Menurut survei ada 15,7 % ibu tipe ini di Asia Tenggara.
The Independent Mother
Ia aktif, suka berpetualang, berani, mandiri.
Ia menginginkan anaknya menjadi enerjik, sehat, mandiri, selalu ingin tahu, seseorang yang suka berpetualang.
Sikap menjadi orangtua: Ia percaya dengan kemampuannya dan bersikap tenang sebagai ibu. Menjadi ibu baginya adalah petualangan yang benar-benar ia nikmati.
Tipe ibu ini di Asia berbeda dengan di negara lain karena mereka lebih kompetitif dan terfokus pada perkembangan intelektual anak dan berkeinginan untuk dianggap sebagai ibu yang trendi. Menurut survei ada 12,3 % independent mother di Asia Tenggara.
The Ambitious Mother
Ia berorientasi pada tujuan, sukses, gaya, suka menuntut.
Ia menginginkan anaknya menjadi lebih besar, lebih baik, satu langkah lebih baik, seorang pemenang.
Sikap menjadi orangtua: Disiplin. Bangga bisa memberikan yang terbaik untuk anaknya. Ia mengarahkan impian yang besar dan bekerja keras untuk menyalurkan bakat anak agar sukses di masa depan. Ibu dengan tipe ini ada 16,2 % di Asia Tenggara.
The Competent Mother
Ia bertanggung jawab, rasional, berpikiran jernih, teliti, dan selalu memiliki informasi terkini.
Ia menginginkan anaknya dibesarkan dengan baik, bersih, dapat tampil, dan menguasai banyak keterampilan.
Sikap menjadi orangtua: terencana dengan baik, lingkungan yang sempurna, bangga bila dapat memberikan anaknya permulaan yang baik.
Ibu tipe ini di Asia lebih memfokuskan perhatian pada intensitas bermain di atas standar, sementara di negara lain ibu tipe ini lebih fokus terhadap perkembangan intelektual.
Sumber : www.kompas.com
ASI Eksklusif Pasca Operasi Caesar
Persiapan persalinan caesar dibandingkan persalinan normal memang khusus. Selain urusan anastesi (lokal atau total), biasanya calon ibu diminta berpuasa. Lalu mungkinkah calon ibu yang bersalin secara operasi takkan sukses menyusui eksklusif?
Inisiasi menyusui dini (IMD) pun bisa. Tak perlu kuatir! Secara alami, semua ibu diberi kemampuan menyusui bayinya. ASI mulai bisa diberikan segera sejak bayi ada dalam pelukan Anda. Anda bisa meminta dokter kandungan mendukung inisiasi menyusui dini, asalkan kondisi fisik Anda memungkinkan, kecuali Anda dibius total. Bidan atau suster di ruang operasi biasanya akan siap membantu, berhubungan kedua tangan Anda masih belum bisa digerakkan. Suami Anda juga bisa membantu memposisikan bayi agar nyaman saat menyusui.
Di mana saja. Tak bisa menyusui segera saat masih di ruang bersalin?! Tak perlu gusar. Pastikan kondisi Anda memang siap menerima bayi memberinya ASI di mana saja dan kapan saja. Apabila memungkinkan, ruang pemulihan juga bisa jadi tempat Anda menyusui bayi untuk pertama kali. Mintalah pendapat dokter Anda sebelumnya terlebih dulu. Suami atau perawat bisa membantu Anda menemukan posisi nyaman bagi Anda dan bayi untuk proses early latch on. Suami Anda sebaiknya juga ikut membantu agar bayi dan Anda merasa nyaman.
Lebih banyak tidur. Bayi yang terlahir dengan operasi cesar, cenderung lebih banyak tidur dan terlihat lesu karena terkena imbas obat anestesi operasi caesar, ketimbang bayi yang terlahir normal. Untuk membantu menstimulasi produksi ASI, Anda bisa “meminta” bantuan bayi terus menghisap ASI dengan membangunkannya. Butuh waktu beberapa hari bagi bayi agar dirinya lebih banyak bangun dan terus menghisap ASI.
Pulih lebih cepat. Pemberian ASI sebaiknya dilakukan seawal mungkin. Tak bisa dipungkiri menyusui segera pasca operasi, akan menyebabkan Anda merasakan nyeri. Namun rasa bahagia tak terperi akan Anda rasakan di saat yang sama. Keuntungan buat ibu, kontraksi rahim saat bayi menghisap ASI, menyebabkan rahim dan organ sekitarnya kembali ke ukuran semula dengan lebih cepat. Proses pemulihan pun semakin cepat dan sempurna.
Kompromi dengan dokter. Beberapa rumah sakit memberlakukan peraturan ibu dan bayi, baru bisa bersama setelah melewati masa kritis 6 – 12 jam atau 24 jam. Anda bisa membicarakan hal ini dengan dokter kandungan Anda jauh sebelum bersalin. Sampaikan keinginan Anda untuk melakukan IMD. Anda bisa berkompromi dengan dokter dan rumah sakit. Bagaimana pun kebersamaan Anda dengan bayi sejak dini sangat penting agar sukses ASI Eksklusif 6 bulan.
sumber : http://www.ayahbunda.co.id
Menghadapi Kelelahan Sebagai Ibu Baru
1. Perlahan tapi pasti
Kita hidup dalam dunia yang bergerak cepat dan dinamis. Namun bayi bergerak dengan waktu yang berbeda. Berikan izin kepada diri Anda untuk bisa bergerak sesuai alur waktu dan hidup bayi.
2. Batasi kewajiban
Anda "hanya" menjadi orangtua baru selama beberapa bulan dalam hidup Anda. Pikirkan apa yang bisa Anda lakukan untuk membuat yang terbaik dari keadaan ini.
3. Curi-curi istirahat
Cobalah untuk memanfaatkan waktu sebisa mungkin untuk beristirahat. Entah itu saat si bayi sedang dirawat oleh orang lain, atau sedang terlelap. Beristirahat memang terasa seperti membuang waktu ketika begitu banyak yang harus Anda lakukan. Namun, dengan menjaga kondisi Anda agar tetap segar dan sehat, segalanya akan lebih mudah.
4. Manjakan diri sendiri
Anda sedang melakukan sebuah usaha yang sangat besar untuk mengasuh si kecil. Sangat penting untuk mengisi ulang batere Anda. Bahkan mandi berendam selama 30 menit, meluangkan waktu untuk membaca buku, atau jalan-jalan dengan teman, sudah bisa membantu untuk menyegarkan tubuh Anda. Pikirkan dua atau tiga hal yang bisa dilakukan kurang dari satu jam untuk memanjakan diri Anda, lalu usahakan untuk bisa melakukan hal tersebut.
5. Anggap tangisan si bayi adalah caranya untuk berkomunikasi
Bayi Anda perlu untuk belajar mengetahui bahwa dunia ini adalah tempat yang bisa dipercaya dan aman. Kemampuannya untuk bisa mempercayai dunia ini merupakan pondasi yang amat penting untuk membangun kemauannya untuk mempelajari banyak hal di dunia ini. Akan ada saat-saat ia menangis tanpa sebab. Ia sudah cukup kenyang, tidak mengantuk, tidak butuh apa pun kecuali kehadiran Anda, menenangkannya, dan menyokongnya hingga ia selesai menangis.
6. Minimalisasi ekspektasi Anda
Kebanyakan orangtua, yang bekerja di luar rumah sebelum kehadiran si bayi, memiliki ekspektasi untuk bisa mengerjakan banyak hal ketika ia ada di rumah. Jika Anda bisa menekan ekspektasi tersebut hingga minimum, maka Anda akan merasa lebih tenang dan tidak stres karena merasa tak mampu menyelesaikan segalanya dengan benar.
7. Terimalah tawaran bantuan
Jangan berpikir pesimis ketika ada yang menawarkan bantuan kepada Anda. Ketika Anda mengiyakan tawaran bantuan tersebut, Anda akan memberikan perasaan "diajak atau diakui". Selain itu, karena merasa bisa membantu orang tersebut, Anda juga membantu diri sendiri karena meringankan beban sedikit.
8. Mintalah bantuan
Kebanyakan orang di sekitar Anda akan tertarik untuk membantu, namun tak begitu paham apa yang bisa ditawarkan. Anda bisa dengan halus mengatakan bantuan apa yang Anda butuhkan dan apa yang ingin mereka lakukan.
9. Berkumpul bersama orangtua baru lainnya
Salah satu hal terberat dalam menjadi orangtua baru adalah mengira bahwa Anda adalah satu-satunya orang yang memiliki perasaan bingung dan kelelahan yang amat sangat. Akan menjadi sangat mendukung dan membantu untuk bisa menghabiskan waktu bersama orangtua lainnya. Cobalah untuk mencari perkumpulan orangtua baru, bisa lewat rumah sakit, komunitas perkuliahan, bergabung di milis, atau tempat-tempat berkumpul komunitas lainnya.
10. Nantikan perasaan tak berdaya
Membawa pulang seorang bayi ke dalam kehidupan Anda akan mengubah hidup Anda selamanya. Anda akan secara simultan merasa ingin menangis atau malah tiba-tiba menangis tanpa sebab. Ketika Anda mengetahui bahwa kehidupan sebagai orangtua adalah fase yang kaya akan momen-momen emosional (dan ini adalah hal yang alami), maka Anda akan merasa lebih baik, mentolerir, dan bahkan merengkuh perasaan tersebut.
Selamat menempuh pekerjaan yang tak ada duanya!
sumber : www.kompas.com
Tidur Nyaman Saat Hamil
Membuat sarang
Ciptakan semacam "sarang" nyaman untuk si bayi yang berada di dalam perut Anda. Tambahkan bantal tipis di bawah pinggul atau paha Anda, dan satu lagi di bawah payudara untuk memberikan sokongan pada perut Anda. Mungkin akan butuh ruang lebih banyak di tempat tidur, namun jika hal ini bisa membantu Anda lebih nyaman, mengapa tidak?
Olahraga ringan
Olahraga ringan dan low impact di siang hari akan melatih kekuatan dan melepaskan energi yang diperlukan untuk tertidur lebih mudah dan nyenyak di malam hari.
Berendam
Berendam sebelum tidur akan membuat indera-indera tubuh serta persendian lebih tenang, sehingga membantu Anda lebih mudah tertidur.
Pijatan pra-kelahiran
Pijatan saat kehamilan yang dilakukan oleh pemijat profesional khusus bisa membantu Anda mendapatkan tidur yang nyenyak dan nyaman. Pijatan yang enak bisa membantu meredakan stres, membantu relaksasi, membantu sirkulasi, dan mengatasi sakit di bagian punggung, juga linu di panggul.
Piyama nyaman
Naik ke tempat tidur sambil mengenakan celana berkaret membuat tidak nyaman? Cobalah untuk berinvestasi dengan pakaian tidur satin atau sutera yang bisa menutup tubuh sekaligus memberikan kenyamanan saat tidur. Merasa dimanja dan nyaman akan memudahkan Anda untuk tertidur.
Camilan tengah malam
Jika Anda terbangun di tengah malam dengan perut yang lapar, jangan sungkan untuk mengambil camilan. Anda dan si kecil pun butuh tambahan kalori dari camilan sehat di malam hari. Bisa jadi itu yang Anda butuhkan untuk bisa kembali tertidur.
Bantal khusus ibu hamil
Keresahan atau sulit tertidur adalah masalah untuk Anda dan pasangan untuk mendapatkan tidur nyenyak. Agar bisa membantu tertidur, biasanya wanita hamil butuh posisi yang tak biasa agar tubuhnya bisa beristirahat, tanpa terbebani bayi di dalam perutnya. Coba gunakan bantal khusus ibu hamil yang ukurannya panjang dan bisa membantu menyangga tubuh, perut, dan bantal.
Susu hangat
Segelas susu hangat mampu membantu seseorang untuk bisa tidur nyenyak. Susu hangat mengandung asam amino tryptophan, yang dikenal memiliki efek sedatif. Susu juga baik untuk diminum usai makan malam oleh ibu hamil untuk melegakan rasa panas di bagian perut.
Rutinitas sebelum tidur
Tak hanya anak kecil yang menemukan efek baik dari rutinitas sebelum tidur, ibu hamil juga bisa mendapatkannya. Cobalah untuk melakukan semacam ritual menjelang tidur, dan perhatikan jadwalnya. Ketika sudah waktunya tidur, jangan lagi mencoba mengutak-atik pekerjaan, atau mencoba menata kamar untuk si kecil. Bersihkan diri, kenakan pakaian nyaman, matikan lampu, tenangkan pikiran, lalu tidur.
Sumber: www.yahoo.com
Kulit Perut "Retak" Saat Hamil
Menurut dr I Nyoman Hariyasa Sanjaya, SpOG, ahli kebidanan dan kandungan dari RS Sanglah, Denpasar, Bali, gangguan di perut (di antaranya kulit perut yang retak-retak) bisa disebabkan perubahan fisik, psikis, bahkan hormonal. Sebagian besar gangguan itu tidak membahayakan dan tak semua ibu hamil mengalaminya.
Kulit perut yang menampakkan guratan-guratan seperti ini pun, disebabkan oleh faktor hormonal. Selain itu, juga disebabkan peregangan kulit akibat membesarnya rahim dan dinding perut Anda, sehingga kulit tampak retak atau pecah-pecah. Makin besar perut Anda, peregangan pada kulit perut bertambah drastis, biasanya retak-retak di perut pun tampak lebih jelas.
Namun, kondisi ini sangat individual, sebab tak semua ibu hamil mengalaminya. Kemunculannya pun bervariasi, ada yang mengalami ketika melahirkan anak kedua, padahal saat melahirkan anak pertama tidak mengalami hal ini.
Bila kali ini Anda mengalaminya, tak perlu khawatir berlebihan. Kendala retak-retak pada kulit perut umumnya akan memudar atau hilang beberapa bulan setelah melahirkan, paling tidak sekitar 6 bulan sampai 1 tahun usai melahirkan. Kalau pun tak kunjung hilang, sebaiknya konsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan tepat. Dokter dapat meresepkan obat-obatan krim atau salep sehingga mengurangi kendala tersebut, menjaga elastisitas kulit, dan kelembapan kulit.
Sumber : Tabloid Nakita
Mual-Muntah Saat Hamil adalah Kabar Baik?
Susan Warhus, MD, ahli kandungan dan pengarang buku Darn Good Advice Pregnancy, menuliskan bahwa kondisi ibu yang mual-muntah bisa dibilang merupakan kondisi kehamilan yang baik. Tingkat hormon HCG yang tinggi merupakan salah satu pencetus mual-muntah pada ibu hamil. Tingkat hormon HCG tinggi menunjukkan bahwa kondisi kehamilan sedang mengalami perkembangan yang baik.
Meski tidak semua ibu hamil mengalami mual-muntah, namun tidak berarti mereka memiliki kehamilan tidak sehat. Namun, yang pasti ibu yang mengalami mual-muntah, asalkan ia masih bisa mengatasinya, bisa menjadikan mual-muntah sebagai penguat dirinya untuk yakin bahwa kehamilannya mengalami perkembangan.
Ada sebagian ibu yang merasa takut bahwa mual-muntah bisa mempengaruhi kehamilan dan janinnya. Ternyata, menurut Susan, hal ini tidak sepenuhnya benar. Di trimester pertama (tiga bulan pertama) kehamilan, janin masih sangat kecil, sehingga tidak memerlukan nutrisi yang terlalu banyak. Meski begitu, ibu hamil masih perlu untuk memastikan asupan nutrisi baiknya terpenuhi, dan tidak melupakan suplemen vitamin pre-natal sesuai resep dokternya.
Salah satu yang penting untuk tidak dilupakan para ibu hamil adalah konsumsi air yang cukup. Ibu hamil yang mual-muntah akan memerlukan cairan lebih banyak. Namun perlu diingat, jika ibu hamil tidak mampu untuk menahan makanan atau minumannya di dalam perut lebih dari 24 jam, maka sudah saatnya untuk menghubungi dokter.
Susan menyarankan beberapa jenis makanan yang bisa Anda coba konsumsi untuk mengurangi rasa tak enaknya, yaitu cracker asin, roti bakar (toast), nasi, pisang, saus apel, kacang panggang, jus beku yang dimakan seperti es loli, kentang, dan pretzels. Jangan lupa untuk terus memantau kesehatan janin Anda dengan dokter kandungan secara rutin.
sumber : www.kompas.com
9 Hal yang Perlu Diperhatikan untuk Kehamilan Sehat
1. Pemilihian makanan yang sehat dan aman
Sebisa mungkin perhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam asupan Anda selama kehamilan. Jauhilah bahan-bahan yang kira-kira terpapar pestisida dan perbanyak makanan alami. Buah, sayuran, dan serat, yang alami dan tidak tercemar pestisida atau pengawet akan baik untuk tubuh Anda dan si janin.
2. Perbanyak asupan asam folat, sebelum dan saat mengandung
Asam folat bisa berasal dari kacang-kacangan yang sudah dikeringkan, buah dari kelompok sitrus, bayam, dan brokoli. Asupan asam folat yang cukup di awal perkembangan si bayi akan membantu mencegah kelainan saraf. Namun, dosis yang diasup pun butuh perhitungan. Konsultasikan dengan dokter kandungan Anda untuk hal ini, untuk mengetahui seberapa banyak yang sebenarnya Anda butuhkan.
3. Jauhi alkohol, kafein,dan asap rokok
Tak hanya wanita perokok kepada janinnya, tapi wanita yang terpaksa menghirup asap rokok dari orang lain akan membahayakan si janin. Begitupun alkohol dan kafein, yang bisa menurunkan kualitas kesehatan si janin. Maka, sangat dianjurkan untuk si ibu benar-benar menjalani hidup yang sehat.
4. Kurangi lemak hewani, termasuk ikan untuk mengurangi asupan dioksin, PCB, dan merkuri
Kurangi konsumsi lemak hewani dan kulit dari hewan, termasuk ikan, khususnya tuna dan salmon. Dikhawatirkan, konsumsi yang terlalu banyak akan mempengaruhi kesehatan si janin. Jika memang akan mengkonsumsinya, pastikan sudah direbus sempurna agar lemaknya terkikis.
5. Air sehat
Air minum, khususnya air putih sebaiknya sudah dipastikan jauh dari timah, penjernih air (klorin), dan pestisida. Kita belum bisa memastikan sendiri bahwa air yang berasal dari ledeng untuk dimasak sendiri benar-benar jauh dari kandungan yang membahayakan. Karenanya, Anda harus jeli mencari air minum yang benar-benar bersih dan sehat. Bawalah air minum dalam botol stainless steel untuk memastikan air minum selalu bersih dan tidak terkontaminasi plastik.
6. Cat dinding
Timah juga bisa berasal dari cat dinding yang sudah lama. Ada baiknya Anda membersihkan dan mengganti cat dinding yang sudah sangat lama. Sementara dibersihkan, wanita yang merencanakan kehamilan atau sedang hamil sebaiknya tidak berada dekat lokasi tersebut hingga benar-benar sudah dalam keadaan bersih dan aman.
7. Bahayanya plastik
Beberapa plastik, bisa menimbulkan polusi saat sedang dibuat dan mengandung zat kimia yang berbahaya, khususnya untuk anak-anak. Saat Anda menggunakan botol kemasan plastik, periksalah bagian bawahnya, dan lihat tanda angka di dalam segitiga. Hindari yang tertulis angka 3, 6, dan 7. Angka-angka tersebut merupakan kode resin. Hindari pula penggunaan plastik yang terpapar panas, entah itu makanan panas yang dibungkus plastik, maupun tergoda untuk memanaskan makanan dalam plastik. Bahan kandungan berbahaya dalam plastik bisa merusak makanan Anda dan membahayakan tubuh Anda. Hindari pula konsumsi makanan atau minuman yang pengemasnya sudah terlihat rusak atau sobek.
8. Kurangi penggunaan produk kimiawi pada tubuh
Meski terlihat aman, namun beberapa produk untuk tubuh bisa mengganggu hormon tubuh Anda yang diperlukan untuk menjaga agar si bayi tetap berkembang dan sehat di dalam rahim. Produk-produk kimiawi apa pun, entah itu untuk kebersihan dan lainnya yang digunakan pada tubuh bisa saja merusak keseimbangan tubuh Anda. Sebaiknya selalu konsultasikan apa saja yang boleh dan tidak untuk digunakan agar Anda bisa selalu tetap yakin dan waspada.
9. Alat pembersih alami
Seperti kita ketahui, cairan-cairan pembersih lantai atau furnitur bisa berbau sangat tajam, dalam keadaan tidak hamil saja bisa membahayakan, apalagi jika tercampur zat lain yang bisa menimbulkan gas berbahaya. Jika Anda memang harus membersihkan rumah, dan tidak bisa meminta orang lain untuk melakukannya, coba gunakan baking soda dan cuka.
Sumber: WebMD
TAKUT MENGHADAPI KEHAMILAN DAN PERSALINAN
Buat mereka yang mengandung anak pertama, tak jarang diliputi ketakutan menghadapi kehamilannya maupun saat persalinan nanti. Menurut psikolog Yati Utoyo Lubis, hal ini wajar saja. "Jangankan yang baru pertama kali hamil, yang sudah pernah melahirkan pun masih ada yang takut, kok." Pasalnya, tak ada seorang pun yang bisa memprediksi apa yang bakal terjadi sepanjang kehamilan dan bagaimana rasanya melahirkan.
Celakanya, tak sedikit ibu hamil yang lantas dihantui ketakutan berlebihan karena memikirkan hal-hal buruk yang tak pasti. Kalau sudah begini, berarti sudah tak wajar lagi. Sebabnya, yang bersangkutan jadi stres sendiri hingga tak bisa tidur maupun menjalankan aktivitasnya sehari-hari, atau malah jatuh sakit.
ANEKA PENYEBAB
Biasanya, bila rasa takut itu muncul di awal atau di akhir kehamilan, menurut Yati, bisa jadi cuma imbas dari perubahan hormonal. Namun bila kejadiannya di luar kurun waktu tersebut, bisa jadi penyebab-penyebab berikut merupakan akar permasalahannya.
1. Kepribadian kurang matang.
Mereka yang kepribadiannya kurang matang, umumnya kurang tough dalam menghadapi hal-hal yang dirasa berat, termasuk kehamilan dan persalinan. Mereka cenderung menunjukkan sikap manja secara berlebih dan tak terlatih berpikir panjang. Tak heran bila hal/masalah yang oleh orang lain dirasa biasa-biasa saja, ia justru takut luar biasa. Berbeda dengan mereka yang berkepribadian matang/kuat, umumnya mampu bersikap lebih tegar dan "tahan banting" menghadapi masalah apa pun.
2. Kecemasan berlebih
Biasanya ditandai kecemasan yang tak jelas objeknya, hingga sering mucul keluhan bahwa pikiran atau perasaannya tak karuan. Namun bila ditanya apa yang membuat perasaan/pikirannya tak enak, ia tak bisa menjawab. "Ada penelitian yang membuktikan, bila dalam keluarganya ada sejarah kecemasan, maka yang bersangkutan lebih berpeluang mengalami kecemasan atau ketakutan berlebih saat mengalami perubahan besar dalam hidupnya, di antaranya kehamilan," tutur Yati. Begitu juga mereka yang pesimis dan depresif akan lebih rentan mengalami kecemasan/ketakutan berlebih saat mengalami hal-hal baru.
3. Ketidaknyamanan akibat jauh dari keluarga.
Semisal tak ditunggui suami yang tugas di lain kota atau hidup terpisah dari rumah orang tua dan kerabatnya. Dalam kondisi begini, mudah sekali terlontar keluhan-keluhan bernada pesimis dari ibu hamil, "Ih, enak ya, suaminya pengertian banget. Ke mana-mana selalu diantar dan ada apa-apa juga bisa tanya atau cerita, sementara aku sendirian.Gimana enggak sedih?" Kendati tak tertutup kemungkinan ketidaknyamanan itu tetap mengganggu meski si ibu ditunggui lengkap oleh suami plus orang tua dan mertua, lantaran suami maupun orang-orang di sekitarnya bukan tipe orang yang mau mendengarkan.
4. Pengalaman tak langsung.
Bisa jadi si ibu hamil mengetahui anggota keluarga/teman dekatnya mengalami hal mengerikan berkaitan dengan kehamilan dan persalinan, semisal si bayi atau ibunya meninggal, meski sudah diupayakan berbagai pertolongan. Atau, ia mendengar cerita pengalaman ibu-ibu yang pernah melahirkan tentang betapa seramnya hamil dan melahirkan.
KONSULTASI
Tentu saja, apa pun penyebabnya, keluhan/gangguan ini mesti dicarikan jalan keluarnya. Langkah pertama, saran Yati, ungkapkan pada orang lain, "Kenapa, ya, aku jadi takut begini?", misal. "Bagi banyak orang, keberanian mengungkapkan masalah dan kesediaan orang lain menjadi pendengar setia, acapkali sudah jadi obat cespleng tersendiri." Langkah ini, dinilai Yati, lebih bagus ketimbang yang bersangkutan bersikap pasif/diam saja, tak bertanya apa pun pada siapa pun. Atau, malah menekan rasa takutnya sedemikian rupa, tapi suatu saat meledak dalam bentuk lebih merugikan semisal menggugurkan kandungan. Celaka, kan?
Akan lebih baik bila dikonsultasikan pada ahlinya semisal bidan atau dokter yang menangani kehamilannya. Misal, si ibu takut karena mendengar cerita seram seputar kehamilan dan melahirkan. Nah, dokter/bidan bisa meluruskannya dengan memberikan penjelasan medis, bahwa kehamilan yang berakhir dengan kematian ibu disebabkan banyak faktor seperti gizi buruk dan kehamilan yang tak terkontrol. Bila perlu, bidan/dokter akan melengkapi penjelasannya dengan statistik yang mendukung.
Bila perlu, tambah Yati, si ibu bisa berkonsultasi ke psikolog atau psikiater. "Ada baiknya pihak rumah bersalin menyediakan kesempatan bagi para ibu hamil untuk bicara dari hati ke hati dengan psikolog mengenai kehamilannya." Namun, pembicaraannya bukan sebatas soal perubahan-perubahan yang terjadi selama kehamilan ataupun persiapan menjelang persalinan, melainkan lebih merupakan upaya untuk menggali perasaan si calon ibu, termasuk perasaannya terhadap janin.
Tak hanya itu, dari sudut psikologis pun, si ibu bisa dilibatkan untuk membahas kepribadian seperti apa yang diharapkan mampu menerima kehamilan dan menjalani persalinan dengan baik. Di antaranya, pribadi yang memiliki pandangan positif, hingga mampu mengatasi masalah yang mungkin muncul. Berbekal pandangan positif ini, si ibu diharapkan mampu berkaca pada pengalaman orang lain sekaligus menghalau ketakutannya tadi, "Perempuan lain juga mengalami hal sama, toh. mereka bisa mengatasinya," misal, atau, "Orang lain bisa melewati masa-masa sulit dengan baik, kenapa aku enggak bisa? Bukankah di tempat lain begitu banyak perempuan yang melahirkan secara normal tanpa mendapat fasilitas kesehatan memadai?"
Di sisi lain, Yati mengimbau ibu-ibu yang pernah melahirkan untuk bersikap menahan diri kala menceritakan pengalamannya. "Orang sering lupa bahwa masing-masing individu berbeda, hingga pada orang yang satu tak jadi masalah, sementara pada orang lain cerita yang sama bisa membuatnya pucat pasi lantaran ketakutan." Bahkan, saking takutnya, ada, lo, ibu hamil yang sampai ingin mengakhiri kehamilannya. Jadi, "tolong lihat-lihat situasi dulu, deh. Terlebih jika saat bercerita ada yang belum pernah hamil atau berkeluarga atau berkecenderungan lemah tadi," pesan Yati. Jikapun ingin ngomongin yang seram-seram, lebih baik pada sesama ibu yang pernah melahirkan aja, deh.
sumber : http://www.tabloid-nakita.com
Bagaimana membuat ASI melimpah
Adikku baru melahirkan mungkin karena caesar ASInya belum keluar juga, selain daun katuk ada yang tahu bagaimana membuat Air ASI melimpah..? Terima kasih ya [Yn]
Jawab
Pepaya muda, Durian, Daging kambing, Kacang
Sedikit sharing dari mantan ibu menyusui :
Minum air putih banyak-banyal, Juice buah-buahan, Sayur bening : selain daun katuk bisa coba daun bayam, daun kacang tanah pokoknya daun-daunan hijau. Juice kacang hijau, kalau bisa jangan cuma air rebusannya saja. Susu sapi atau soya, kacang tanah rebus dan lain-lain. Kesimpulan : asupan cairan banyak-banyak, asupan gizi yang baik serta usahakan setiap bayinya bobo mamanya ikutan bobo (alias istirahat yang cukup) dan yang terakhir tetap bersemangat untuk menyusui, semakin sering di-minum-kan semakin banyak ASI-nya berproduksi (ASI is based on demand), dan jangan lupa payudaranya dipijat setiap mandi, biar kelenjarnya tidak ada ada yang mampet. Semoga bermanfaat yaa dan semoga sukses [Bb]
ASI awal (kolostrum) jumlahnya cuma sekitar 5-7mL sekali keluar. Karena memang kebutuhan baby-nya cuma segitu, bisa lihat di http://4sehat5sempurna.blogspot.com. Seiring dengan waktu, semakin sering dihisap oleh bayi, jumlahnya semakin meningkat. Untuk memperbanyak, yang paling penting makan/minum yang bergizi, percaya diri dan nyaman. Nanti jumlah ASI akan meningkat sesuai kebutuhan bayi. Dulu, karena anakku d RS, sampai 10 hari selama itu, aku nyaris tidak pernah menyusui langsung cuma dipompa saja. Tapi jumlahnya banyak juga. Padahal makanku juga begitu-begitu saja, yang penting tidak stress. Selamat untuk adiknya ya mbak [DH]
Pengalamanku melahirkan anakku 8 bulan yang lalu pun dengan cara caesar. Malah waktu itu aku tidak pakai pengasuh khusus buat bayiku. Cuma dibantu tukang mandikan bayi saja untuk urusan bayi. Tapi memang kondisi tiap orang beda-beda. Alhamdulillah sampai hari ini masih kasih ASI dan memompa ASI 2x sehari dan berhasil kasih ASI exclusive selama 6 bulan pertama. Yang sudah-sudah, aku turuti saran-saran warisan leluhur yang kira-kira bisa buat masukan. Pakai cara kampung malah bagus sekali, kebetulan waktu lahir anakku kecil sekali (cuma 2780 gr). Makanya aku niat sekali mau kasih yang terbaik. Alhamdulillah dalam 3 minggu anakku sudah naik 1 kg hanya dengan ASI. Yang penting mbak:
* niat dan jangan stress. yakin saja, biar ASInya baru sedikit tapi terus usaha
* sesering mungkin ASI dikeluarkan, dikasih ke bayi langsung atau sesudahnya dipompa
* sering-sering di pijat (kalau lagi mau mandi atau sebelum mompa)
* banyak minum air putih kalau habis pompa ASI, minum susu/susu kedelai 2x sehari. Juice jeruk, alpukat, tapi aku menghidanri air es.
* makan kacang-kacangan & sayuran hijau yang direbus.
* makan pepaya muda/labu
* minum perasan daun pepaya--kalau ini pahit sekali, katanya supaya bayinya tidak gumoh dan tidak diare--dan ini terbukti sudah 8 bulan ini anakku Alhamdulillah tidak pernah diare (jangan sampai ya) sampai sekarang aku masih minum jamu daun pepaya ini (kebetulan di samping kantorku ada mbok-mbok yang jualan jamu gendong)
* aku sering ngemil biji kedawung yang disangrai (juga beli di mbok jamu) biar anaknya tidak kembung
* kalau ASInya sudah berhasil banyak, bisa ditingkatkan kualitasnya dengan makan protein kaldu daging atau ikan, kaya ikan salmon, keju, tahu tempe juga bagus lho mbak, itu yang sudah aku jalani, sampai anakku usia 6 bulan aku bisa merah sebanyak 3x (subuh, siang hari di kantor, dan malam @ sebanyak 280-320cc) untuk pompa aku pakai medela mini electric-maaf lho bukan promosi-dan ini benar-benar membantu sekali. Moga-moga membantu ya mbak [Sls]
Dear moms yang lagi ASI ekslusive, menurut teori dari milis sebelah, plus konsul di klinik laktasi, hampir bisa dibilang tidak ada jenis makan tertentu yang membuat ASI melimpah. Yang penting PEDE, makan, minum dan istirahat yang cukup. Waktu menyusui anakku (sekarang 3 tahun) tiap hari makan katuk, tapi kena baby blues..walah itu ASI jadi sedikit sekali keluarnya..Aku baru berhenti menyusui anak keduaku (15 bulan) 4 bulan yang lalu. ASI sepenuhnya sampai 11 bulan. Karena sudah niat, lebih siap dan rileks selama menyusui terutama ketika cuti, makannya banyak sekali. Sehari bisa 4-5x makan besar, segala macam dimakan. Dan makan daun katuk bisa dihitung pakai ½ jari tangan. Sayur favotit ketika anak kedua, oseng-oseng daun papaya. Minum air putih agak aku paksakan, haus tidak haus sekali minum harus 1 mug, minimal setiap jam sekali. Terus ketika sudah mulai masuk kantor, konsumsi Moloco B12. Pil ini lebih direkomendarikan sama DSA milis sebelah, dibanding pil LA yang notabene jamu. Sehari minum 3x dalam seminggu terasa derasnya, sugesti juga kali yaaa..aku beli langsung 1 dus, kalau deras sekali ya minum 2x saja, kalau terasa sedikit ya minum 3x. Aku mulai peras untuk stock freezer ketika anak kedua berusia 1 minggu, iseng saja awalnya tapi ternyata bisa dapat 75ml wah langsung PEDE dan diakhir masa cuti itu 168cm-52kg sekarang malah 50kg. 5 liter stock itu akhirnya habis sebelum anakku berusia 6 bulan, karena di kantor aku agak santai ketika memerasnya, kurang motivasi mungkin karena teringat stock banyak jadinya suka tidak ngotot kalau bisa jangan sampai kosong stock di freezer karena kemarin waktu anakku usia 5.5 bulan, aku sempat sakit demam yang tidak jelas penyebabnya, jadi tidak nafsu makan dan ASI-pun seret, Nah kalau saat-saat seperti ini ASI beku itu menolong sekali, maaf jika tidak berkenan dan semoga berguna yaa..[IT]
Hallo, aku mau sharing ya, kebetulan tanggal 22 april ini aku melahirkan dengan Caesar juga. Pada hari-hari pertama melahirkan yang keluar memang belum ASI yang sesungguhnya tapi hanya kolustrum. Kolustrum ini warnanya tidak seputih susu dan jumlahnya tidak banyak (dari literatur yang aku baca hanya beberapa sendok). Beberapa hari kemudian baru kolustrum berubah secara pelan menjadi ASI yang sesungguhnya. Kalau hari pertama belum ada kolustrum sebaiknya bayi tetap disusui, karena isapan bayi akan merangsang otak untuk memproduksi ASI. Soalnya banyak yang berfikir nanti saja menyusuinnya menunggu ASI keluar. Kalau menurutku justru dengan terus menyusui (meski belum ada kolustrum) akan merangsang pemebentukan ASI. Oh iya, jam 6 sore aku dioperasi dan jam 11 malam bayi baru diantar (jadi ceritanya aku gagal early latch on atau ELO) tapi alhamdulillah di hari ini ASI-ku lancar sekali dan bayiku juga tidak malas minum ASI. [RR]
Hai, Mbak dan Moms semua, Apa kabar..?? Aku baru balik kantor lagi setelah melahirkan anak keduaku. Terima kasih atas semua perhatian dan smsnya. Alhamdulillah berkat informasi dari moms semua, anak ke 2 ini aku berhasil kasih ASI exclusive (paling tidak sampai hari ini..hiks..) sebelum cuti kemarin aku buka-buka file DI dulu tentang ASI and sebelum melahirkan aku sempatkan diri ke klinik laktasi di Carolus and hasilnya memang sejauh ini baik sekali. Mungkin untuk adiknya mbak yang paling penting adalah jangan stress dulu karena memang yang terpenting niat dan pikiran kita mau kasih ASI exclusive terus berikutnya karena habis operasi mungkin cari posisi yang enak sekali untuk menyusui memang ini tidak mudah harus dengan bantuan orang lain insya Allah kalau sudah merasa nyaman ASI juga bisa dihisap si bayi jadi produksi juga makin lama makin banyak.
Selebihnya info-info dari moms yang lain sepertinya sudah cukup ya. Aku tiap hari juga selalu makan sayur-sayur hijau (buatku yang membuat ASI deras itu Katuk, Sawi, Daun Singkong) Awal-awal dibantu minum lancar ASI. Pijat juga penting, juga sering-sering putting susu diolesi minyak kelapa / minyak goreng juga boleh biar dia lentur jadi tidak cepat lecet dan luka, tapi habis itu dilap pakai air hangat sampai bersih ya.. Aku masuk kantor mulai hari senin kemarin, awalnya sempat tidak pede, takut hasil pompa tidak banyak padahal Aqila minumnya banyak sekali. Tapi alhamdulilah sejauh ini aku bisa mompa sampai 4 botol yang 120 cc (mudah-mudahan bisa terus soalnya ini baru 3 hari...hiks..) memang masih defisit tapi paling tidak masih ke-kejar dari stock aku di freezer..Doain ya moms, mudah-mudahan aku bisa kasih ASI exclusive walaupun sambil kerja begini. Kalau ada bisa sharing pengalaman tentang pemerasan - maksudnya memeras ASI di kantor, silahkan saja ya...aku seneng sekali bisa jadi pegangan aku untuk lebih PEDE (maklum kadang suka tidak PEDE juga) selamat buat adiknya mbak [RQ]
Pertama kali melahirkan, kadang memang ASI tidak langsung keluar, coba payudaranya diurut sedikit, terutama daerah aerolanya, atau langsung saja suruh bayi menghisap. Rangsangan ini akan membuat ASI terproduksi dengan lancar. Semakin banyak dihisap, produksi ASI akan semakin banyak dan bisa distimulasi juga dengan makan aneka sayur hijau (tidak cuma daun katuk saja), kacang-kacangan (semua jenis), semua makanan yang bergizi. Hindari sayur yang mengandung banyak gas seperti kubis, brokoli dan cabe karena akan membuat bayi kembung. Selain itu faktor psikologis juga pengaruh, ibunya jangan tegang atau takut. Nikmati saja saat-saat menyusui ini, menyenangkan sekali apalagi saat si bayi mulai bisa menatap mata kita, dan tangannya memainkan baju...wahhhh itu merupakan momen yang paling indah dan jangan lupa istirahat yang cukup [An]
Benar mbak, meski kita sudah makan seabrek-abrek plus vitamin dari dokter plus dipijit kalau ibunya stress ASI pasti sudah keluar. Pengalamanku begitu, sebelum melahirkan aku sudah baca-baca dan dapat banyak masukan dari orang. Eh pas lahiran, ibuku plus ibu mertuaku menilai ASIku kurang jadi mereka ngotot anakku harus dikasih susu kaleng (kebayang tidak anakku umurnya baru seminggu). Alasan mereka karena anakku nangis terus kalau lagi tidur. Padahal menurutku karena dia kepanasan dan kalau sudah dilepas bedongnya dia tenang. Akhirnya aku jadi stress dan senewen sendiri. Coba saja yang menyerang ibu kandung plus ibu mertua. Memang dokterku sudah mengingatkan, orang pertama yang menggagalkan ASI ekslusif biasanya adalah neneknya. Argumen mereka, pengalaman siapa sih? masa cucuku dikasih ASI es tidak basi apa.. bla..bla.. Waduh maaf jadi curhat. INTINYA: jangan stress makan buah dan makanan yang sehat tidak berlemak dan pedas. Semoga sukses ya mbak. Kalau masih sedikit keluarnya.
Sumber : www.dunia-ibu.org
Baby Blues
BABY BLUES (stress setelah melahirkan)
Apa, Kenapa & Bagaimana Menanganinya
Masalah yang di alami setelah melahirkan
"nangis, ditambah tragedi gak bisa ngasih ASI."
"frustasi anak ngga'mau tidur , kelelahan, migrain, marah2."
"sensitif, sebel ke suami."
"menghadapi omongan ibu mertua."
"nangis, marah, takut bayi mati. Empet & merasa jauh dg suami."
"nangis, frustasi banget, si kecil gak mau bobo, berdua aja dirumah."
"stress , sakit kepala, anak makin bandel, persoalan dengan suami."
"akibat operasi, bangun tengah malem, bayi nangis melulu, gumoh."
"semua hal jadi tidak memuaskan, kesal, marah, pengen teriak."
"sebel dg suami, takut u/ ML mengganggu anak."
"aku minta dipulangin ke ortuku sambil nangis."
"nangis, stress bayi kuning, masalah dg ibu."
"nangis, sensitif, masalah dg ibu."
"nangis, sedih, kesel dg suami."
APA & KENAPA
Penyebabnya adalah perubahan hormon, payudara yang membengkak dan
menimbulkan sakit serta jahitan setelah melahirkan yang belum sembuh.
"bosan plus cape, kondisi ibu belum prima sudah harus ngurus ini itu
sendiri. menghadapi si sulung, suami pulang malem dan kurangnya
perhatian, slek sama mertua dll."
"capek, fisik belum pulih, stress menghadapi si sulung."
"kurang persiapan mental, sedih, perasaan salah melulu"
"Baby blues juga dikenal sebagai post partum syndrome. Dimana terjadi
perubahan hormon si ibu, juga kelelahan pasca melahirkan."
Kesimpulan Penyebab terjadinya Baby Blues :
1. Perubahan Hormon
2. Stress
3. ASI tidak keluar
4. Frustasi karena bayi tidak mau tidur, nangis dan gumoh
5. Kelelahan pasca melahirkan, dan sakitnya akibat operasi.
6. Suami yang tidak membantu, tidak mau mengerti perasaan istri maupun persoalan lainnya dengan suami.
7. Problem dengan Orangtua dan Mertua.
8. Takut kehilangan bayi.
9. Sendirian mengurus bayi, tidak ada yang membantu.
10. Takut untuk memulai hubungan suami istri (ML), anak akan terganggu.
11. Bayi sakit (Kuning, dll).
12. Rasa bosan si Ibu.
13. Problem dengan si Sulung.
BAGAIMANA MENANGANINYA
"minta suami bikinin kopi susu, makan, nonton tv trus, gendong anak
pake kain sambil nyanyi2 plus ngomong ke anakku supaya tidur,"
"call my mom, ask her to come mungkin dengan adanya asisten kondisi
si ibu bisa tertolong, at least siang hari ibu bisa istirahat cukup."
"suami2 wajib tahu problem ini."
"Prepare mental menghadapi si sulung."
"dukungan dari suami memang yang paling ampuh."
"suami mau aplusan kalau aku udah ngga tahan. Dan dia mau mandiin dan
jemurin, aku tiduran sebentar. Dan untuk me-minimize kelelahan, aku
biarin aja deh boros diapers. Daripada kecapean gontaganti popok, dan
baby nya juga bisa tidur tenang ngga kebangun2 terus. Dengan demikian
minumnya juga aku bisa jam-in per 3 jam sekali. Lumayan masih ada
napas, tidur ayam sebentar."
"aku sering curhat sama temen2 yg baru pada ngelahirin juga."
"suami ngerti kondisi ibu, perhatian suami sangat menyenangkan hati
dan benar-benar sangat membantu."
"ganti suasana, dengan bersosialisasi."
"suamiku nemenin aku dan bayiku, ganti2an gendong, mandiin, bantuan
ibu, dukungan orang2 dekat, cuek dg komentar orang."
CARA MENANGANINYA :
* Belajar tenang dengan menarik nafas panjang dan meditasi
* Tidurlah ketika bayi tidur
* Berolahraga ringan
* Ikhlas dan tulus dgn peran baru sebagi ibu
* Tidak perfeksionis dlm hal mengurusi bayi dll
* Bicarakan rasa cemas dan komunikasikan
* Bersikap fleksibel
* Kesempatan merawat bayi hanya datang 1 x
* Bergabung dengan kelompok ibu-ibu baru
sumber : www.dunia-ibu.org
ASI dan Puting Susu yang Mendelep
Selama bayi masih dalam kandungan dan setelah melahirkan, Ibu juga sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi susu dan makanan bergizi lainnya agar produksi ASI semakin meningkat.
Berikut ini adalah beberapa cara lain untuk memperbanyak ASI;
- Tentu saja makanan yang di konsumsi harus makanan yang bergizi,
- Minum susu madu
- Minumlah air putih minimal 8 gelas sehari
- Sayur Hijau dapat membantu menghasilkan ASI (Misalnya; sayur daun katuk dan bayam, sayur jantung pisang, sayur daun pepaya dll)
- Kacang-kacangan juga bagus untuk memproduksi ASI (misalnya : kacang hijau atau kacang goreng / rebus bisa dijadikan camilan untuk ibu menyusui)
- Banyak makan buah-buahan yang mengandung air
- Jangan stress, sedih, marah atau perasaan-perasaan negatif lainnya
- Tambahkan vitamin bila diperlukan
Ada sebagian Ibu menyusui yang takut untuk memompa ASInya, karena ASI akan terbuang dan berkurang, padahal teori yang betul adalah, semakin sering ASI dipompa akan semakin banyak ASI berproduksi. Untuk memompa ASI, sebaiknya langsung memassage payudara dengan menggunakan tangan kita dari pada memompa dengan menggunakan alat, karena dengan menggunakan tangan ASI akan semakin terangsang untuk dapat berproduksi. Hasil yang di dapatkan pun akan lebih banyak dengan menggunakan tangan dibandingkan dengan mengunakan alat pompa.
Tentang puting mendelep, Ibu harus rajin memassage dengan menarik - narik puting kearah luar menggunakan baby oil atau bisa juga dicoba dengan menggunakan 'suntikan', atau 'sambungan puting' yang banyak tersedia di toko-toko bayi. Kalau sianak mengigit, ibu harus bersabar mungkin karena posisi menyusui yang salah, atau mungkin karena sianak kesulitan mencari puting. Jangan dipaksa apabila sianak tidak mau ASI, karena pemaksaan dapat membuat trauma. Biasanya karena terlalu lama menggunakan dot, sianak jadi malas kembali ke ASI, karena dengan bantuan dot sianak tidak harus bersusah payah mencari puting, susu sudah dapat keluar dengan sendirinya. Pada saat sianak tidak mau kembali ke ASI, biasanya ini disebut juga sebagai 'bingung puting'. Untuk mengatasi ini diperlukan kesabaran, ketelatenan dan kasih sayang ibu terhadap anak.
Kenali, 14 Gangguan Kehamilan
Jenis gangguan kehamilan beragam, dari yang ringan sampai yang berat. Semua jenis gangguan kehamilan dapat diatasi. Beberapa di antaranya sebetulnya sudah dapat dicegah. Upaya pencegahan dapat dilakukan selama pemeriksaan kehamilan rutin. Sekurang-kurangnya, ada 14 jenis gangguan kehamilan yang mungkin timbul dan perlu diwaspadai. Apa saja?
1. Muntah-muntah
2. Kehamilan lewat 5 bulan, tak merasa ada gerakan janin
Jika betul itu dialami, kemungkinan anak sudah mati dalam kandungan. Dokter dan bidan perlu segera memastikannya. Jika dari pemeriksaan tidak terdengar lagi bunyi jantung anak, berarti anak memang sudah mati. Bayi mati dalam kandungan harus segera dikeluarkan. Jika tidak dikeluarkan, dapat mengganggu ibu. Bayi mati di kandungan lama-lama akan mengering, dan perut ibu semakin susut mengecil. Ibu harus curiga bayi sudah mati dalam kandungan jika perutnya semakin hari semakin mengempis.
3. Berat badan naik berlebihan
Waspadalah jika berat badan ibu hamil naik lebih dari 1 kg dalam seminggu, terkadang disertai tungkai dan mata kaki yang membengkak, tekanan darah meninggi, air seni keruh, nyeri kepala, dan penglihatan berkunang-kunang. Kemungkinan itu merupakan gejala dan tanda pre-eclampsia, yang jika dibiarkan akan masuk ke dalam eclampsia, penyakit yang mengancam nyawa ibu maupun anak jika tidak segera ditanggulangi.
4. Gangguan ginjal
Ibu hamil juga dapat menderita gangguan ginjal. Sering demam-demam, air seni keruh, tekanan darah mungkin meninggi, sering mual-mual (lagi), atau sampai muntah-muntah, nyeri kepala, dan mungkin tidak enak di pinggang. Gangguan ginjal pada ibu hamil perlu segera diobati. Mungkin perlu perawatan rumah sakit.
5. Sering berdebar-debar, sesak napas, dan lekas lelah
Waspadalah jika keluhan tersebut berlangsung terus-menerus, dan kian hari kian bertambah berat. Jika tadinya keluhan itu muncul hanya pada saat melakukan aktivitas fisik, namun sekarang tidak melakukan aktivitas fisik pun sudah berdebar dan sesak napas, kemungkinan ada gangguan jantung dalam kehamilan (vitium cordis). Ibu dengan kondisi begini memerlukan perawatan khusus di rumah sakit, dan pertolongan khusus pula sewaktu persalinan.
6. Anemia
Jika wajah pucat-pasi, merah mata dan telapak tangan pucat, lekas lelah, lemah, dan lesu, kemungkian ibu hamil menderita kurang darah (anemia). Sel-sel darah merah kekurangan unsur hemoglobin. Pada ibu hamil, anemia sering disebabkan oleh kekurangan zat besi. Anemia yang berat bisa mengganggu jantung juga. Keluhan sering berdebar pada pasien anemia kemungkinan karena sudah sampai stadium membebani jantung.
Anemia kekurangan zat besi mudah diatasi dengan pemberian tambahan pil zat besi (sulfas ferosus), atau tablet penambah zat besi lainnya. Anemia dalam kehamilan berefek buruk pada kehamilan, selain juga berefek buruk pada janin yang dikandung. Pasokan zat asam janin kurang dari normal. Gangguan plasenta dan perdarahan pasca-persalinan sering terjadi pada ibu hamil yang anemia.
7. Gangguan kelenjar gondok
Jika kelopak mata sembab menonjol, tapi bukan sakit mata, jemari gemetar, sering berdebar-debar walau tidak habis melakukan aktivitas fisik, badan terasa lebih panas (gerah) dari biasa, dan banyak berkeringat, kemungkinan ini gejala aktivitas kelenjar gondok di batang leher berlebihan (hyperthyroid).
Kelenjar gondok tidak harus membengkak seperti pada penyakit gondok endemik akibat kekurangan iodium, namun fungsi gondoknya saja yang berlebihan, sehingga menimbulkan keluhan dan gejala seperti di atas itu. Agar tidak sampai mengganggu kehamilan, maupun janin yang dikandung, gangguan kelenjar gondok pun perlu diatasi.
8. Kencing manis
Ibu hamil dicurigai kencing manis jika bertubuh gemuk, berasal dari keluarga dengan riwayat kencing manis, mengeluh sering haus terus, banyak berkemih, dan merasa lapar terus. Ibu hamil dengan kencing manis akan melahirkan anak yang lebih besar dari normal. Seberapa bisa, kencing manis ibu hamil terkontrol agar tidak berpengaruh buruk terhadap anak yang dikandung. Pertolongan khusus perlu diberikan untuk bayi yang dilahirkan dari ibu yang kencing manis.
9. Ibu hamil dengan infeksi
Ibu hamil dengan demam tinggi dan berlangsung lebih dari 3 hari harus dipikirkan kemungkinan terjadi infeksi. Apa pun penyebab infeksinya, tidak menyehatkan bagi janin yang dikandung. Dokter perlu memeriksa kalau-kalau infeksinya berefek buruk terhadap anak.
10. Kejang-kejang
Ibu hamil dengan kejang-kejang tidak boleh dianggap enteng. Kejang-kejang sendiri bisa disebabkan oleh infeksi selaput otak (meningitis), atau pada otak sendiri (encephalitis). Namun, paling sering disebabkan oleh penyakit eclampsia seperti sudah dibahas di atas. Jangan tunda pergi ke dokter, sebab setiap kejang-kejang harus dianggap keadaan yang serius.
11. Keluar darah dan lendir dari liang rahim
Keluar darah dari liang rahim pada masa kehamilan kurang dari 28 minggu atau 7 bulan, kemungkinan terjadi keguguran. Ancaman keguguran yang masih awal dapat dibendung dengan perawatan khusus, agar janin selamat sampai cukup bulan. Namun akan gagal mempertahankan kehamilan jika perdarahan telanjur banyak dan berlebihan.
Keluar darah pada kehamilan yang lebih tua, kemungkinan ada gangguan pada air-ari. Keluar darah dapat disertai rasa nyeri mulas melilit di perut bawah, bisa juga tidak. Keluarnya darah dengan rasa nyeri disertai keluarnya lendir, apalagi jika sampai keluar air ketuban (menyerupai air seni), tergolong keadaan gawat darurat kehamilan. Ibu harus segera dilarikan ke rumah sakit, mencegah seberapa mungkin dalam 24 jam kehamilan masih dapat dipertahankan.
12. Kehamilan terganggu
Jika pada kehamilan muda (6-10 minggu) atau kurang dari dua setengah bulan keluar perdarahan dari liang rahim, disertai nyeri, mulas melilit di perut bawah, selain kemungkinan keguguran, dapat juga sebab kehamilan yang terganggu (KET atau Kehamilan Ektopik Terganggu).
Normalnya, kehamilan tumbuh di dalam rongga rahim. Namun, tidak demikian dengan kehamilan yang tersasar ke tempat tumbuh yang lain. Kehamilan di luar rahim disebut kehamilan ektopik (ectopic pregnancy), yang dapat terjadi di saluran telur, indung telur, atau di mana saja di luar rahim. Kehamilan di luar rahim dapat saja selamat sampai kehamilan cukup bulan, namun lebih sering mengalami gangguan. Jika kehamilan yang tersasar sampai terganggu, terpaksa anak harus dikeluarkan kendati belum cukup bulan.
13. Keluar darah setelah kehamilan 28 minggu
Jika keluar darah setelah kehamilan 28 minggu atau 7 bulan, kemungkinan ada gangguan pada ari-ari. Kalau bukan luruhnya ari-ari dari perlekatannya pada dinding rahim (solutio placentae), kemungkinan lain adalah mengelupasnya sebagian tepi ari-ari dari dinding rahim lantaran lokasi perlekatannya berada di sekitar mulut rahim (placentae praevia). Keduanya tergolong gawat darurat yang memerlukan pertolongan rumah sakit segera.
14. Keluar cairan ketuban
Ketuban atau bungkus bayi dalam kandungan tidak boleh pecah sebelum tiba waktunya persalinan. Jika sampai pecah, berarti cairan ketuban akan tumpah keluar dari liang rahim, dan anak yang seharusnya terlindung steril di dalamnya terancam bahaya tercemar oleh bibit penyakit dari dunia luar. Keadaan ini disebut Ketuban Pecah Dini (KPD), yakni keluar cairan menyerupai air seni tapi tak berbau pesing, sebelum merasa mulas-mulas tanda awal persalinan.
Adakalanya, cairan ketuban tidak bening lagi, melainkan sudah kehijau-hijauan, tanda sudah terinfeksi kuman dari luar. Infeksi cairan ketuban mengancam janin yang terbungkus di dalamnya. Ini pun tergolong gawat darurat. Janin perlu diselamatkan agar tidak sampai menderita infeksi di dalam kandungan ibunya.
Panduan Pertumbuhan Janin
Mengetahui diri Anda mengandung tentu sangat menggembirakan. Selama 9 bulan ke depan, Anda akan menjalani ‘kehidupan baru’ yang sangat menarik. Apa saja yang terjadi di dalam rahim Anda selama itu? Bagaimana proses pertumbuhan janin Anda dalam tiap fase? Panduan pertumbuhan janin berikut ini akan membantu persiapan Anda menyambut si kecil hadir dalam kehidupan Anda.
0 - 4 MINGGU
Pada minggu-minggu awal ini, janin Anda memiliki panjang tubuh kurang lebih 2 mm. Perkembangannya juga ditandai dengan munculnya cikal bakal otak, sumsum tulang belakang yang masih sederhana, dan tanda-tanda wajah yang akan terbentuk.
4 - 8 MINGGU
Ketika usia kehamilan mulai mencapai usia 6 minggu, jantung janin mulai berdetak, dan semua organ tubuh lainnya mulai terbentuk. Muncul tulang-tulang wajah, mata, jari kaki, dan tangan
8 - 12 MINGGU
Saat memasuki minggu-minggu ini, organ-organ tubuh utama janin telah terbentuk. Kepalanya berukuran lebih besar daripada badannya, sehingga dapat menampung otak yang terus berkembang dengan pesat. Ia juga telah memiliki dagu, hidung, dan kelopak mata yang jelas. Di dalam rahim, janin mulai diliputi cairan ketuban dan dapat melakukan aktifitas seperti menendang dengan lembut. Organ-organ tubuh utama janin kini telah terbentuk.
12 - 16 MINGGU
Paru-paru janin mulai berkembang dan detak jantungnya dapat didengar melalui alat ultrasonografi (USG). Wajahnya mulai dapat membentuk ekspresi tertentu dan mulai tumbuh alis dan bulu mata. Kini ia dapat memutar kepalanya dan membuka mulut. Rambutnya mulai tumbuh kasar dan berwarna.
16 - 20 MINGGU
Ia mulai dapat bereaksi terhadap suara ibunya. Akar-akar gigi tetap telah muncul di belakang gigi susu. Tubuhnya ditutupi rambut halus yang disebut lanugo. Si kecil kini mulai lebih teratur dan terkoordinasi. Ia bisa mengisap jempol dan bereaksi terhadap suara ibunya. Ujung-ujung indera pengecap mulai berkembang dan bisa membedakan rasa manis dan pahit dan sidik jarinya mulai nampak.
20 - 24 MINGGU
Pada saat ini, ternyata besar tubuh si kecil sudah sebanding dengan badannya. Alat kelaminnya mulai terbentuk, cuping hidungnya terbuka, dan ia mulai melakukan gerakan pernapasan. Pusat-pusat tulangnya pun mulai mengeras. Selain itu, kini ia mulai memiliki waktu-waktu tertentu untuk tidur.
24 - 28 MINGGU
Di bawah kulit, lemak sudah mulai menumpuk, sedangkan di kulit kepalanya rambut mulai bertumbuhan, kelopak matanya membuka, dan otaknya mulai
aktif. Ia dapat mendengar sekarang, baik suara dari dalam maupun dari luar (lingkungan). Ia dapat mengenali suara ibunya dan detak jantungnya bertambah cepat jika ibunya berbicara. Atau boleh dikatakan bahwa pada saat ini merupakan masa-masa bagi sang janin mulai mempersiapkan diri menghadapi hari kelahirannya.
28 - 32 MINGGU
Walaupun gerakannya sudah mulai terbatas karena beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah dapat bertahan hidup.
36 MINGGU
Kepalanya telah berada pada rongga panggul, seolah-olah "mempersiapkan diri" bagi kelahirannya ke dunia. Ia kerap berlatih bernaPas, mengisap, dan menelan. Rambut-rambut halus di sekujur tubuhnya telah menghilang. Ususnya terisi mekonium (tinja pada bayi baru lahir) yang biasanya akan dikeluarkan dua hari setelah ia lahir. Saat ini persalinan sudah amat dekat dan bisa terjadi kapan saja.