Menikah adalah momen penting dalam kehidupan manusia. Untuk itu, banyak yang perlu dipersiapkan, termasuk soal pemeriksaan kesehatan. Apa sajakah yang harus diperiksakan?
Menurut dr Ekarini, SpOG, dokter spesialis kandungan RS St. Carolus, penting atau tidaknya menjalani tes pranikah tergantung kondisi dan kebutuhan Anda dan pasangan. Sebetulnya, bila merasa telah menjalankan hidup sehat, tes kesehatan pranikah tidak perlu dilakukan. Namun, bila mewarisi penyakit keturunan yang mungkin berbahaya, ada baiknya tes tersebut dijalani untuk memutuskan tindakan penanggulangannya.
Cek darah
Ini tes kesehatan pranikah yang paling penting. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat adanya kelainan-kelainan yang berpotensi buruk, seperti:
* Perbedaan rhesus
Rhesus adalah sebuah penggolongan atas ada atau tiadanya substansi antigen-D pada darah. Rhesus positif berarti ditemukan antigen-D dalam darah dan rhesus negatif berarti tidak ada antigen-D. Umumnya, bangsa Asia memiliki rhesus positif, sedangkan masyarakat Eropa ber-rhesus negatif.
Terkadang, suami istri tidak tahu rhesus darah pasangannya, padahal perbedaan rhesus bisa memengaruhi kualitas keturunan. Jika seorang perempuan rhesus negatif menikah dengan laki-laki rhesus positif, bayi pertama mereka memiliki kemungkinan ber-rhesus negatif atau positif. Jika bayi memiliki rhesus negatif, tidak bermasalah. Tetapi, bila buah hati ber-rhesus positif, masalah mungkin timbul pada kehamilan berikutnya. Bila ternyata pada kehamilan kedua janin yang dikandung ber-rhesus positif, hal ini bisa membahayakan. Antibodi anti-rhesus ibu dapat memasuki sel darah merah janin dan mengakibatkan kematian janin. Sebaliknya, tidak masalah jika sang ibu ber-rhesus positif dan si ayah negatif.
* Penyakit keturunan
Tes kesehatan pranikah bisa mendeteksi kemungkinan penyakit yang bisa diturunkan secara genetis kepada anak, seperti talasemia (kelainan darah yang disebabkan tidak optimalnya produksi sel darah merah), hemofilia (kelainan darah yang membuat darah sulit membeku), dan albino (kekurangan pigmen kulit sehingga warna kulit menjadi putih pucat).
Ada dua jenis talasemia, yaitu talasemia mayor dan minor. Talasemia mayor merupakan jenis talasemia yang disebabkan "sifat" darah yang dibawa kedua orang tua. Penyakit ini membuat seseorang menjadi tergantung pada transfusi darah dan kesempatan hidupnya terbatas. Di sisi lain, talasemia minor tidak menyebabkan gejala berat dan penderitanya dapat hidup normal, tapi is tetap membawa "sifat" penyakit talasemia dalam tubuhnya.
Jika kedua orang tua mengidap talasemia minor, 25 persen kemungkinan anaknya akan mengidap talasemia mayor, 50 persen akan mengidap talasemia minor, dan 25 persen akan normal. Jika hanya salah satu orang tua mengidap talasemia minor, 50 persen kemungkinan si anak akan mengidap talasemia minor dan 50 persen is akan normal.
Rumus penurunan talasemia berlaku juga pada penyakit hemofilia dan albino. Dengan pengecekan darah, kita dapat memprediksi kemungkinan yang akan muncul dan mencegah hal yang tidak kita inginkan.
* Infeksi saluran reproduksi atau infeksi menular seksual (ISR/IMS)
Tes darah juga dapat memeriksa apakah Anda dan pasangan menderita penyakit hepatitis B. Melalui pemeriksaan ini, Anda dapat menghindari adanya penularan penyakit yang ditimbulkan akibat hubungan seksual, seperti sifilis (penyakit raja singa), gonore (gonorrhea, kencing nanah), Human Immunodeficiency Virus (HIV, penyebab AIDS), dan penyakit hepatitis.
Jika salah satu pasangan menderita ISR/IMS, sebelum menikah ia harus berobat dulu sampai sembuh. Selain itu, jika misalnya seorang pria mengidap hepatitis B dan akan menikah, calon istrinya harus memiliki kekebalan terhadap penyakit ini. Caranya adalah dengan mendapatkan imunisasi hepatitis B.
Tes kesehatan pranikah lainnya yang bisa menjadi pilihan adalah tes yang berkaitan dengan kesuburan seperti analisis sperma dan kondisi indung telur. Namun dr Ekarini mengatakan tes kesuburan sebaiknya dilakukan pascanikah, lebih tepatnya lagi ketika Anda dan pasangan telah siap untuk memiliki anak.
Selain melakukan rangkaian tes kesehatan, calon pasangan suami istri haruslah menjaga kesehatan masing-masing sebelum menikah. Terkadang pasangan terlalu sibuk menyiapkan acara pernikahan hingga melupakan kesehatan atau bahkan jatuh sakit. Stres yang timbul dalam proses persiapan pernikahan juga bisa memicu berbagai penyakit yang tidak diinginkan, Iho. Jadi, kalau Anda atau orang terdekat seclang mempersiapkan hari bahagia itu, jangan lupa jaga kesehatan, ya.
Sumber: Majalah Sekar
.................................................................................
Memilih mainan anak
Saat Anda memasuki toko mainan anak, Anda mungkin terpana melihat begitu banyaknya jenis mainan edukatif kayu yang disediakan. Begitu banyak, hingga Anda mengurungkan niat untuk membeli mainan edukatif dari penjual mainan edukatif untuk anak Anda. Toh, si kecil juga tetap asyik meskipun "mainannya" hanya toples berisi permen yang berulangkali dituang dan dimasukkan kembali. Atau, serbet yang berulangkali diseretnya dengan kaki ke sana-kemari. Namun, Anda perlu mengingat, mainan edukatif anakyang baik haruslah yang mendorong tumbuh-kembang anak. Mainan kayu dari penjual mainan tersebut juga harus disesuaikan dengan karakter anak. Apa yang cocok untuk anak lain, belum tentu disukai anak Anda. Mainan tidak boleh terlalu sulit, karena akan membuatnya frustrasi. Jika puzzle game terlalu mudah, akan membuatnya bosan. Berikut adalah beberapa permainan sesuai usia anak :
Usia 0-1 tahun
Pastikan game puzzle tidak mudah terbakar, tidak beracun, dan dapat dicuci. Boneka binatang sebaiknya merupakan satu bagian; bila ada tangan atau kaki juga tersambung dengan aman. Bagian wajah sebaiknya dilukis atau dibordir, sehingga tidak ada mata dari kancing yang bisa ditarik dan dilepas lalu ditelan. Mainan yang kecil dan ringan lebih mudah dipegang dan dipeluk oleh anak usia ini.
Usia 12-18 bulan
Pada tahap ini, bayi sudah bisa berdiri dan duduk, namun ada yang belum bisa berjalan sendiri. Mereka senang memindah-mindahkan mainan edukatif, seperti mainan edukatif anak dari penjual mainan edukatif yang bisa ditarik-ulur dan menimbulkan bunyi, mainan anak dari penjual mainan yang bisa dibuka-tutup, memencet tombol, dan main ciluk-ba. Bayi juga senang bermain menyusun mainan kayu kotak, namun pilih puzzle game kotak yang ditutup dengan kain yang lembut dan ringan. Tak perlu menyediakan terlalu banyak puzzle kotak, karena akan membingungkan anak.
Usia 18-24 bulan
Anak usia ini sudah mulai berbicara, dan tertarik dengan ukuran mainan edukatif kayu dan peletakan barang. Menyusun mainan kotak berukuran besar akan menarik hatinya. Mulailah dengan satu set berukuran kecil, dan ganti dengan yang berukuran besar begitu minat anak berkembang. Kotak yang diberi wadah membuatnya asyik memasukkan dan mengeluarkan.
Usia 2-3 tahun
Anak sudah semakin kreatif. Mereka menyukai kegiatan orang dewasa, dan game yang realistis akan menstimulasi otak mereka. Kelompok usia ini juga menggemari mainan yang membutuhkan gerak dan ketangkasan.
Usia 3-5 tahun
Anak-anak usia ini mulai menikmati kegiatan menggambar, mencoret-coret, dan memberi warna. Memberikan kertas dan krayon juga akan mendorong kemampuannya menulis. Mencoret-coret akan meningkatkan imajinasi dan kreativitas, dan menjadi sarana yang baik untuk mengekspresikan emosinya.
sumber : http://female.kompas.com/
Usia 0-1 tahun
Pastikan game puzzle tidak mudah terbakar, tidak beracun, dan dapat dicuci. Boneka binatang sebaiknya merupakan satu bagian; bila ada tangan atau kaki juga tersambung dengan aman. Bagian wajah sebaiknya dilukis atau dibordir, sehingga tidak ada mata dari kancing yang bisa ditarik dan dilepas lalu ditelan. Mainan yang kecil dan ringan lebih mudah dipegang dan dipeluk oleh anak usia ini.
Usia 12-18 bulan
Pada tahap ini, bayi sudah bisa berdiri dan duduk, namun ada yang belum bisa berjalan sendiri. Mereka senang memindah-mindahkan mainan edukatif, seperti mainan edukatif anak dari penjual mainan edukatif yang bisa ditarik-ulur dan menimbulkan bunyi, mainan anak dari penjual mainan yang bisa dibuka-tutup, memencet tombol, dan main ciluk-ba. Bayi juga senang bermain menyusun mainan kayu kotak, namun pilih puzzle game kotak yang ditutup dengan kain yang lembut dan ringan. Tak perlu menyediakan terlalu banyak puzzle kotak, karena akan membingungkan anak.
Usia 18-24 bulan
Anak usia ini sudah mulai berbicara, dan tertarik dengan ukuran mainan edukatif kayu dan peletakan barang. Menyusun mainan kotak berukuran besar akan menarik hatinya. Mulailah dengan satu set berukuran kecil, dan ganti dengan yang berukuran besar begitu minat anak berkembang. Kotak yang diberi wadah membuatnya asyik memasukkan dan mengeluarkan.
Usia 2-3 tahun
Anak sudah semakin kreatif. Mereka menyukai kegiatan orang dewasa, dan game yang realistis akan menstimulasi otak mereka. Kelompok usia ini juga menggemari mainan yang membutuhkan gerak dan ketangkasan.
Usia 3-5 tahun
Anak-anak usia ini mulai menikmati kegiatan menggambar, mencoret-coret, dan memberi warna. Memberikan kertas dan krayon juga akan mendorong kemampuannya menulis. Mencoret-coret akan meningkatkan imajinasi dan kreativitas, dan menjadi sarana yang baik untuk mengekspresikan emosinya.
sumber : http://female.kompas.com/
Senin, 04 Januari 2010
Cara Menyimpan ASI
Karakteristik dan Aroma Pada ASI
Banyak orang membayangkan bahwa ASI tampak seperti susu sapi yg homogen, yang tidak terpisah lapisannya sampai kapanpun (homogenized) . ASI akan terpisah menjadi 2 lapisan jika didiamkan selama beberapa lama. Lapisan atas yg biasanya lebih kental warnanya kaya akan lemak. Ini bukan berarti ASI telah basi. Kocoklah perlahan wadah berisi ASI peras tsb, hingga menjadi larutan homogen kembali.
Tampilan dari ASI berbeda2 sesuai dengan waktu dan kandungannya. Termasuk kandungan lemak dan warna dari ASI. Jumlah lemak dalam ASI akan fluktuatif dari hari ke hari. Bahkan saat ASI yg keluar di menit2 awal akan berbeda warna dan tampilannya. ASI yang dikeluarkan saat pertama kali proses pemerahan / pemompaan akan terlihat "lebih encer" dari ASI yang dikeluarkan di menit2 berikutnya. Karena itu disebut FOREMILK (kaya akan protein). Sedangkan ASI yg keluar beberapa menit kemudian akan terlihat lebih kental. Atau disebut juga dengan HINDMILK (kaya akan lemak). Warna dari ASI juga bervariasi tergantung dari apa yg ibu konsumsi. Pewarna makanan dalam minuman soda, minuman buah2an dan hidangan penutup yang mengandung gelatin diduga akanmembuat warna ASI menjadi pink atau oranye kemerahmudaan. ASI yang berwarna hijau dikorelasikan dengan ibu yang mengkonsumsi minuman segar yang berwarna hijau, seperti rumput laut, atau sayuran berwarna hijau.
ASI yang berwarna pink mengindikasikan adanya darah dalam ASI. Hal ini dapat terjadi jika ibu mengalami dengan atau tanpa puting lecet. Jika puting ibu lecet dan berdarah, ibu dapat menghubungi klinik laktasi untuk mendapatkan saran penyembuhan. Darah dalam ASI tidak berbahaya bagi bayi, dan ibu dapat terus menyusui. Jika darah dalam ASI tidak juga membaik dalam waktu 2 minggu, segera konsultasikan dengan dokter.
Bagaimana dg aroma atau rasanya ?! Umumnya ASI segar berbau / beraroma manis. Sesekali ASI beku yang dicairkan akan beraroma spt sabun dan terkadang bayi tidak mau meminumnya. Hal ini disebabkan perubahan struktur lemak dalam ASI akibat perubahan suhu yg mendadak. Sehingga proses kerja enzim lipase terganggu. Karena itu tidak disarankan memanaskan ASI peras/pompa pada suhu tinggi, ataupun setelah dipanaskan langsung dibekukan kembali. Jika ASI peras berbau asam, maka bisa jadi ASI telah basi dan buanglah. Intinya selama ASI peras/pompa disimpan sesuai dengan tata cara penyimpanan yg benar maka ASI tidak akan basi.
Wadah penyimpanan ASI
Pertanyaan yg sering diajukan para ibu, terutama ibu bekerja adalah apakah butuh wadah khusus ? Tidak ada aturan khusus harus menggunakan botol atau wadah khusus. Intinya gunakan wadah yg bisa tertutup rapat. Ibu bisa menggunakan botol kaca, wadah yg punya tutup dan berwarna bening, dan wadah yg punya tutup dan berwarna. Dan tentu saja selalu dibersihkan & disterilkan sebelum digunakan.
ASI peras/pompa sebaiknya disimpan dalam jumlah sedikit (cukup utk sekali minum + 60 ml). Agar tidak ada ASI yg tersisa dan terbuang. ASI juga dapat disimpan dalam kantung plastik bening. Namun hal ini tidak terlalu disarankan, karena mudah bocor dan ASI akan terbuang.
Tata cara Menyimpan ASI
Organisasi laktasi internasional, Lalecheleague, memiliki kisaran waktu berapa lama ASI dapat disimpan dalam suhu tertentu :
* Suhu ruang (19 – 22C ) antara 4 sampai 10 jam
* Refrigerator (kulkas bawah) dg suhu 0 – 4C antara 2 sampai 3 hari. Freezer pd kulkas berpintu satu (suhu variatif < 4C ) : bisa sampai 2 minggu
* Freezer pd kulkas berpintu dua (suhu variatif < 4C ) : 3 sampai 4 bulan
* Freezer khusus ( -19C ) : 6 bulan atau lebih
Interval waktu tsb amat sangat bervariatif tergantung kondisi dari lokasi penyimpanan.
Meski dapat disimpan lebih lama, disarankan agar tidak terlalu lama menyimpan ASI peras. Karena ASI diproduksi sesuai dg kebutuhan pertumbuhan & perkembangan anak. Karennya jika ibu memilki ASI peras berlebih tidak ada salahnya didonorkan ke mereka yang membutuhkannya.
Jika tidak ada lemari pendingin
Ada atau tidaknya lemari pendingin/kulkas bukan hambatan bagi ibu utk menyimpan ASI. Artinya jika ditempat ibu bekerja ataupun saat ibu bepergian jauh utk waktu lama dan tidak ditemukannya kulkas, maka ibu dapat menyimpan botol (wadah) berisi ASI peras/pompa dalam termos es yg telah diisi es batu tentunya. Jika es batu mencair, ibu bisa menggantinya lagi. Atau ada juga cooler khusus utk mendinginkan lebih lama dg blue ice.
Tips memberikan ASI peras/pompa
Berikut tips singkat utk memberikan ASI yg telah disimpan bagi si kecil :
* Untuk ASI yg dibekukan (dari freezer), amat disarankan agar ASI dicairkan terlebih dahulu di kulkas bawah. Dan bukan di suhu ruang. Setelah mencair, aliri wadah berisi ASI pada kran air hangat atau rendamlah dengan air hangat.
* JANGAN menghangatkan ASI dalam suhu tinggi. Dan JANGAN merebus ASI.
Karena jelas zat nutrisi dalam ASI akan rusak. Terutama zat anti infeksi / zat imun !
* JANGAN menggunakan microwave utk menghangatkan ASI.
* Kocoklah secara perlahan sebelum diberikan ke bayi.
* Berikan dg sendok, pipet, dsb. Untuk bayi < 4 bl disarankan utk tidak menggunakan dot, karena adanya resiko bingung putting . ASI yg tersisa jika ingin disimpan kembali di refrigerator sebaiknya digunakan < 24 jam. Meski hal ini tidak direkomendasikan. Karena itu simpanlah ASI dalam jumlah yg cukup (sekali minum) agar cairan emas tsb tdk terbuang.
Dengan mengetahui cara menyimpan ASI dan karakteristiknya, semoga semakin banyak ibu2 yang bekerja maupun yang akan bepergian tidak ragu lagi / segan dalam memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya.
Banyak orang membayangkan bahwa ASI tampak seperti susu sapi yg homogen, yang tidak terpisah lapisannya sampai kapanpun (homogenized) . ASI akan terpisah menjadi 2 lapisan jika didiamkan selama beberapa lama. Lapisan atas yg biasanya lebih kental warnanya kaya akan lemak. Ini bukan berarti ASI telah basi. Kocoklah perlahan wadah berisi ASI peras tsb, hingga menjadi larutan homogen kembali.
Tampilan dari ASI berbeda2 sesuai dengan waktu dan kandungannya. Termasuk kandungan lemak dan warna dari ASI. Jumlah lemak dalam ASI akan fluktuatif dari hari ke hari. Bahkan saat ASI yg keluar di menit2 awal akan berbeda warna dan tampilannya. ASI yang dikeluarkan saat pertama kali proses pemerahan / pemompaan akan terlihat "lebih encer" dari ASI yang dikeluarkan di menit2 berikutnya. Karena itu disebut FOREMILK (kaya akan protein). Sedangkan ASI yg keluar beberapa menit kemudian akan terlihat lebih kental. Atau disebut juga dengan HINDMILK (kaya akan lemak). Warna dari ASI juga bervariasi tergantung dari apa yg ibu konsumsi. Pewarna makanan dalam minuman soda, minuman buah2an dan hidangan penutup yang mengandung gelatin diduga akanmembuat warna ASI menjadi pink atau oranye kemerahmudaan. ASI yang berwarna hijau dikorelasikan dengan ibu yang mengkonsumsi minuman segar yang berwarna hijau, seperti rumput laut, atau sayuran berwarna hijau.
ASI yang berwarna pink mengindikasikan adanya darah dalam ASI. Hal ini dapat terjadi jika ibu mengalami dengan atau tanpa puting lecet. Jika puting ibu lecet dan berdarah, ibu dapat menghubungi klinik laktasi untuk mendapatkan saran penyembuhan. Darah dalam ASI tidak berbahaya bagi bayi, dan ibu dapat terus menyusui. Jika darah dalam ASI tidak juga membaik dalam waktu 2 minggu, segera konsultasikan dengan dokter.
Bagaimana dg aroma atau rasanya ?! Umumnya ASI segar berbau / beraroma manis. Sesekali ASI beku yang dicairkan akan beraroma spt sabun dan terkadang bayi tidak mau meminumnya. Hal ini disebabkan perubahan struktur lemak dalam ASI akibat perubahan suhu yg mendadak. Sehingga proses kerja enzim lipase terganggu. Karena itu tidak disarankan memanaskan ASI peras/pompa pada suhu tinggi, ataupun setelah dipanaskan langsung dibekukan kembali. Jika ASI peras berbau asam, maka bisa jadi ASI telah basi dan buanglah. Intinya selama ASI peras/pompa disimpan sesuai dengan tata cara penyimpanan yg benar maka ASI tidak akan basi.
Wadah penyimpanan ASI
Pertanyaan yg sering diajukan para ibu, terutama ibu bekerja adalah apakah butuh wadah khusus ? Tidak ada aturan khusus harus menggunakan botol atau wadah khusus. Intinya gunakan wadah yg bisa tertutup rapat. Ibu bisa menggunakan botol kaca, wadah yg punya tutup dan berwarna bening, dan wadah yg punya tutup dan berwarna. Dan tentu saja selalu dibersihkan & disterilkan sebelum digunakan.
ASI peras/pompa sebaiknya disimpan dalam jumlah sedikit (cukup utk sekali minum + 60 ml). Agar tidak ada ASI yg tersisa dan terbuang. ASI juga dapat disimpan dalam kantung plastik bening. Namun hal ini tidak terlalu disarankan, karena mudah bocor dan ASI akan terbuang.
Tata cara Menyimpan ASI
Organisasi laktasi internasional, Lalecheleague, memiliki kisaran waktu berapa lama ASI dapat disimpan dalam suhu tertentu :
* Suhu ruang (19 – 22C ) antara 4 sampai 10 jam
* Refrigerator (kulkas bawah) dg suhu 0 – 4C antara 2 sampai 3 hari. Freezer pd kulkas berpintu satu (suhu variatif < 4C ) : bisa sampai 2 minggu
* Freezer pd kulkas berpintu dua (suhu variatif < 4C ) : 3 sampai 4 bulan
* Freezer khusus ( -19C ) : 6 bulan atau lebih
Interval waktu tsb amat sangat bervariatif tergantung kondisi dari lokasi penyimpanan.
Meski dapat disimpan lebih lama, disarankan agar tidak terlalu lama menyimpan ASI peras. Karena ASI diproduksi sesuai dg kebutuhan pertumbuhan & perkembangan anak. Karennya jika ibu memilki ASI peras berlebih tidak ada salahnya didonorkan ke mereka yang membutuhkannya.
Jika tidak ada lemari pendingin
Ada atau tidaknya lemari pendingin/kulkas bukan hambatan bagi ibu utk menyimpan ASI. Artinya jika ditempat ibu bekerja ataupun saat ibu bepergian jauh utk waktu lama dan tidak ditemukannya kulkas, maka ibu dapat menyimpan botol (wadah) berisi ASI peras/pompa dalam termos es yg telah diisi es batu tentunya. Jika es batu mencair, ibu bisa menggantinya lagi. Atau ada juga cooler khusus utk mendinginkan lebih lama dg blue ice.
Tips memberikan ASI peras/pompa
Berikut tips singkat utk memberikan ASI yg telah disimpan bagi si kecil :
* Untuk ASI yg dibekukan (dari freezer), amat disarankan agar ASI dicairkan terlebih dahulu di kulkas bawah. Dan bukan di suhu ruang. Setelah mencair, aliri wadah berisi ASI pada kran air hangat atau rendamlah dengan air hangat.
* JANGAN menghangatkan ASI dalam suhu tinggi. Dan JANGAN merebus ASI.
Karena jelas zat nutrisi dalam ASI akan rusak. Terutama zat anti infeksi / zat imun !
* JANGAN menggunakan microwave utk menghangatkan ASI.
* Kocoklah secara perlahan sebelum diberikan ke bayi.
* Berikan dg sendok, pipet, dsb. Untuk bayi < 4 bl disarankan utk tidak menggunakan dot, karena adanya resiko bingung putting . ASI yg tersisa jika ingin disimpan kembali di refrigerator sebaiknya digunakan < 24 jam. Meski hal ini tidak direkomendasikan. Karena itu simpanlah ASI dalam jumlah yg cukup (sekali minum) agar cairan emas tsb tdk terbuang.
Dengan mengetahui cara menyimpan ASI dan karakteristiknya, semoga semakin banyak ibu2 yang bekerja maupun yang akan bepergian tidak ragu lagi / segan dalam memberikan ASI eksklusif kepada buah hatinya.
Langganan:
Postingan (Atom)