.................................................................................

Kamis, 14 Januari 2010

Kulit Perut "Retak" Saat Hamil

Umumnya ibu hamil mengalami kulit perut yang retak, pecah-pecah, atau seperti tampak guratan atau garis berlekuk berwarna coklat. Usai melahirkan, guratan itu berubah warna menjadi agak putih. Sebenarnya, guratan itu tak hanya bisa muncul di perut, tetapi juga di pinggang, paha, bahkan payudara. Tetapi kebanyakan ibu hamil mengalaminya di bagian perut. Dalam bahasa medis, hal ini disebut striae gravidarum.



Menurut dr I Nyoman Hariyasa Sanjaya, SpOG, ahli kebidanan dan kandungan dari RS Sanglah, Denpasar, Bali, gangguan di perut (di antaranya kulit perut yang retak-retak) bisa disebabkan perubahan fisik, psikis, bahkan hormonal. Sebagian besar gangguan itu tidak membahayakan dan tak semua ibu hamil mengalaminya.

Kulit perut yang menampakkan guratan-guratan seperti ini pun, disebabkan oleh faktor hormonal. Selain itu, juga disebabkan peregangan kulit akibat membesarnya rahim dan dinding perut Anda, sehingga kulit tampak retak atau pecah-pecah. Makin besar perut Anda, peregangan pada kulit perut bertambah drastis, biasanya retak-retak di perut pun tampak lebih jelas.

Namun, kondisi ini sangat individual, sebab tak semua ibu hamil mengalaminya. Kemunculannya pun bervariasi, ada yang mengalami ketika melahirkan anak kedua, padahal saat melahirkan anak pertama tidak mengalami hal ini.

Bila kali ini Anda mengalaminya, tak perlu khawatir berlebihan. Kendala retak-retak pada kulit perut umumnya akan memudar atau hilang beberapa bulan setelah melahirkan, paling tidak sekitar 6 bulan sampai 1 tahun usai melahirkan. Kalau pun tak kunjung hilang, sebaiknya konsultasi dengan dokter agar mendapat penanganan tepat. Dokter dapat meresepkan obat-obatan krim atau salep sehingga mengurangi kendala tersebut, menjaga elastisitas kulit, dan kelembapan kulit.

Sumber : Tabloid Nakita


0 komentar:

Poskan Komentar