.................................................................................

Rabu, 06 Januari 2010

Pentingnya Menjalani Cek Kesehatan Pranikah

Menikah adalah momen penting dalam kehidupan manusia. Untuk itu, banyak yang perlu dipersiapkan, termasuk soal pemeriksaan kesehatan. Apa sajakah yang harus diperiksakan?

Menurut dr Ekarini, SpOG, dokter spesialis kandungan RS St. Carolus, penting atau tidaknya menjalani tes pranikah tergantung kondisi dan kebutuhan Anda dan pasangan. Sebetulnya, bila merasa telah menjalankan hidup sehat, tes kesehatan pranikah tidak perlu dilakukan. Namun, bila mewarisi penyakit keturunan yang mungkin berbahaya, ada baiknya tes tersebut dijalani untuk memutuskan tindakan penanggulangannya.



Cek darah

Ini tes kesehatan pranikah yang paling penting. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat adanya kelainan-kelainan yang berpotensi buruk, seperti:

* Perbedaan rhesus
Rhesus adalah sebuah penggolongan atas ada atau tiadanya substansi antigen-D pada darah. Rhesus positif berarti ditemukan antigen-D dalam darah dan rhesus negatif berarti tidak ada antigen-D. Umumnya, bangsa Asia memiliki rhesus positif, sedangkan masyarakat Eropa ber-rhesus negatif.
Terkadang, suami istri tidak tahu rhesus darah pasangannya, padahal perbedaan rhesus bisa memengaruhi kualitas keturunan. Jika seorang perempuan rhesus negatif menikah dengan laki-laki rhesus positif, bayi pertama mereka memiliki kemungkinan ber-rhesus negatif atau positif. Jika bayi memiliki rhesus negatif, tidak bermasalah. Tetapi, bila buah hati ber-rhesus positif, masalah mungkin timbul pada kehamilan berikutnya. Bila ternyata pada kehamilan kedua janin yang dikandung ber-rhesus positif, hal ini bisa membahayakan. Antibodi anti-rhesus ibu dapat memasuki sel darah merah janin dan mengakibatkan kematian janin. Sebaliknya, tidak masalah jika sang ibu ber-rhesus positif dan si ayah negatif.

* Penyakit keturunan
Tes kesehatan pranikah bisa mendeteksi kemungkinan penyakit yang bisa diturunkan secara genetis kepada anak, seperti talasemia (kelainan darah yang disebabkan tidak optimalnya produksi sel darah merah), hemofilia (kelainan darah yang membuat darah sulit membeku), dan albino (kekurangan pigmen kulit sehingga warna kulit menjadi putih pucat).
Ada dua jenis talasemia, yaitu talasemia mayor dan minor. Talasemia mayor merupakan jenis talasemia yang disebabkan "sifat" darah yang dibawa kedua orang tua. Penyakit ini membuat seseorang menjadi tergantung pada transfusi darah dan kesempatan hidupnya terbatas. Di sisi lain, talasemia minor tidak menyebabkan gejala berat dan penderitanya dapat hidup normal, tapi is tetap membawa "sifat" penyakit talasemia dalam tubuhnya.
Jika kedua orang tua mengidap talasemia minor, 25 persen kemungkinan anaknya akan mengidap talasemia mayor, 50 persen akan mengidap talasemia minor, dan 25 persen akan normal. Jika hanya salah satu orang tua mengidap talasemia minor, 50 persen kemungkinan si anak akan mengidap talasemia minor dan 50 persen is akan normal.
Rumus penurunan talasemia berlaku juga pada penyakit hemofilia dan albino. Dengan pengecekan darah, kita dapat memprediksi kemungkinan yang akan muncul dan mencegah hal yang tidak kita inginkan.

* Infeksi saluran reproduksi atau infeksi menular seksual (ISR/IMS)
Tes darah juga dapat memeriksa apakah Anda dan pasangan menderita penyakit hepatitis B. Melalui pemeriksaan ini, Anda dapat menghindari adanya penularan penyakit yang ditimbulkan akibat hubungan seksual, seperti sifilis (penyakit raja singa), gonore (gonorrhea, kencing nanah), Human Immunodeficiency Virus (HIV, penyebab AIDS), dan penyakit hepatitis.

Jika salah satu pasangan menderita ISR/IMS, sebelum menikah ia harus berobat dulu sampai sembuh. Selain itu, jika misalnya seorang pria mengidap hepatitis B dan akan menikah, calon istrinya harus memiliki kekebalan terhadap penyakit ini. Caranya adalah dengan mendapatkan imunisasi hepatitis B.
Tes kesehatan pranikah lainnya yang bisa menjadi pilihan adalah tes yang berkaitan dengan kesuburan seperti analisis sperma dan kondisi indung telur. Namun dr Ekarini mengatakan tes kesuburan sebaiknya dilakukan pascanikah, lebih tepatnya lagi ketika Anda dan pasangan telah siap untuk memiliki anak.
Selain melakukan rangkaian tes kesehatan, calon pasangan suami istri haruslah menjaga kesehatan masing-masing sebelum menikah. Terkadang pasangan terlalu sibuk menyiapkan acara pernikahan hingga melupakan kesehatan atau bahkan jatuh sakit. Stres yang timbul dalam proses persiapan pernikahan juga bisa memicu berbagai penyakit yang tidak diinginkan, Iho. Jadi, kalau Anda atau orang terdekat seclang mempersiapkan hari bahagia itu, jangan lupa jaga kesehatan, ya.

Sumber: Majalah Sekar


1 komentar:

Anonim mengatakan...

Saya sangat tidak rekomendasi RS Carolus atau Dr Ekarini. Biayanya mahal, tempatnya jelek, dan yang kerja disana galak, kurang professional dan tak peduli pasien. Saya melahirkan di 2014, tapi saya sampai sekarang masih trauma dan tak mau punya anak lagi.

Waktu hamil pre-natal sama Dr Ekarini. Cukup baik, tapi harus tunggu lama2. Tunggu 7 atau 8 jam untuk ketemu doktor 5 minut aja.

Tapi waktu melahirkan, disaster total. Saya di induksi. Pernah tunggu doktor 7 jam tadi dan waktu induksi sudah malam. Ruangnya gelap dan seram. Doktor sudah pulang dan tidak ada yang bantu saya. Saya 14 jam sakit minta ampun dan muntah2 terus. Bidan tidak peduli apa2. Mereka tertawa aja. Sampai pagi bidan siksa aku, bicara yang galak dan ada bidan pukul saya.

Doktor Ekarini pernah janji saya di kasih anti-sakit waktu melahirkan, tapi tidak jadi di kasih.

Siang saya di suruh caesar, tapi sesudah saya tanda tangan untuk casar masih tunggu lama2 dan masih sakit bangat. Bidan cuek aja dan saya di tinggalin di korridor.

Sesudah caesar saya sakit lagi. Saya minta perawat kasih obat anti-sakit, tapi tidak ada yang bantu.

Apa lagi, bayiku harus di rawat di Goretty karna sakit. Dia kurang oxygen karna telat caesar. Biayanya mahal dan perawat disana galak sama ibu dan bayi.

Saya mau bikin komplain lewat pengacara, tapi terlalu mahal.

Posting Komentar