.................................................................................

Senin, 18 Januari 2010

Menghadapi Kelelahan Sebagai Ibu Baru

Baru dianugerahi anak pertama dan merasa kerepotan? Tenang, seperti kebanyakan ibu baru di seluruh dunia, perasaan tersebut adalah hal yang wajar. Jangan lantas Anda merasa takut. Nikmati waktu-waktu tersebut dan hadapi dengan tips-tips berikut;

1. Perlahan tapi pasti
Kita hidup dalam dunia yang bergerak cepat dan dinamis. Namun bayi bergerak dengan waktu yang berbeda. Berikan izin kepada diri Anda untuk bisa bergerak sesuai alur waktu dan hidup bayi.


2. Batasi kewajiban
Anda "hanya" menjadi orangtua baru selama beberapa bulan dalam hidup Anda. Pikirkan apa yang bisa Anda lakukan untuk membuat yang terbaik dari keadaan ini.

3. Curi-curi istirahat
Cobalah untuk memanfaatkan waktu sebisa mungkin untuk beristirahat. Entah itu saat si bayi sedang dirawat oleh orang lain, atau sedang terlelap. Beristirahat memang terasa seperti membuang waktu ketika begitu banyak yang harus Anda lakukan. Namun, dengan menjaga kondisi Anda agar tetap segar dan sehat, segalanya akan lebih mudah.

4. Manjakan diri sendiri
Anda sedang melakukan sebuah usaha yang sangat besar untuk mengasuh si kecil. Sangat penting untuk mengisi ulang batere Anda. Bahkan mandi berendam selama 30 menit, meluangkan waktu untuk membaca buku, atau jalan-jalan dengan teman, sudah bisa membantu untuk menyegarkan tubuh Anda. Pikirkan dua atau tiga hal yang bisa dilakukan kurang dari satu jam untuk memanjakan diri Anda, lalu usahakan untuk bisa melakukan hal tersebut.

5. Anggap tangisan si bayi adalah caranya untuk berkomunikasi
Bayi Anda perlu untuk belajar mengetahui bahwa dunia ini adalah tempat yang bisa dipercaya dan aman. Kemampuannya untuk bisa mempercayai dunia ini merupakan pondasi yang amat penting untuk membangun kemauannya untuk mempelajari banyak hal di dunia ini. Akan ada saat-saat ia menangis tanpa sebab. Ia sudah cukup kenyang, tidak mengantuk, tidak butuh apa pun kecuali kehadiran Anda, menenangkannya, dan menyokongnya hingga ia selesai menangis.

6. Minimalisasi ekspektasi Anda
Kebanyakan orangtua, yang bekerja di luar rumah sebelum kehadiran si bayi, memiliki ekspektasi untuk bisa mengerjakan banyak hal ketika ia ada di rumah. Jika Anda bisa menekan ekspektasi tersebut hingga minimum, maka Anda akan merasa lebih tenang dan tidak stres karena merasa tak mampu menyelesaikan segalanya dengan benar.

7. Terimalah tawaran bantuan
Jangan berpikir pesimis ketika ada yang menawarkan bantuan kepada Anda. Ketika Anda mengiyakan tawaran bantuan tersebut, Anda akan memberikan perasaan "diajak atau diakui". Selain itu, karena merasa bisa membantu orang tersebut, Anda juga membantu diri sendiri karena meringankan beban sedikit.

8. Mintalah bantuan
Kebanyakan orang di sekitar Anda akan tertarik untuk membantu, namun tak begitu paham apa yang bisa ditawarkan. Anda bisa dengan halus mengatakan bantuan apa yang Anda butuhkan dan apa yang ingin mereka lakukan.

9. Berkumpul bersama orangtua baru lainnya
Salah satu hal terberat dalam menjadi orangtua baru adalah mengira bahwa Anda adalah satu-satunya orang yang memiliki perasaan bingung dan kelelahan yang amat sangat. Akan menjadi sangat mendukung dan membantu untuk bisa menghabiskan waktu bersama orangtua lainnya. Cobalah untuk mencari perkumpulan orangtua baru, bisa lewat rumah sakit, komunitas perkuliahan, bergabung di milis, atau tempat-tempat berkumpul komunitas lainnya.

10. Nantikan perasaan tak berdaya

Membawa pulang seorang bayi ke dalam kehidupan Anda akan mengubah hidup Anda selamanya. Anda akan secara simultan merasa ingin menangis atau malah tiba-tiba menangis tanpa sebab. Ketika Anda mengetahui bahwa kehidupan sebagai orangtua adalah fase yang kaya akan momen-momen emosional (dan ini adalah hal yang alami), maka Anda akan merasa lebih baik, mentolerir, dan bahkan merengkuh perasaan tersebut.

Selamat menempuh pekerjaan yang tak ada duanya!


sumber : www.kompas.com

0 komentar:

Posting Komentar